Rayakan 10 Tahun, Forum Beda tapi Mesra Rawat Kebhinnekaan dari Surabaya
SR, Surabaya – Forum Beda tapi Mesra (FBM) memperingati satu dekade perjalanan di Restoran Tristar, Pasar Besar Wetan, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Mengusung tema “Keberagaman Merajut Kebhinnekaan Bangsa”, sekira 200 orang dari berbagai latar belakang agama, suku, etnis, dan budaya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Acara. Dian Jennie Tjahyawati mengatakan, acara ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan FBM selama satu dekade sekaligus mempererat hubungan antar anggota.
Untuk tahun ini, rangkaian acara diawali dengan kegiatan sosial untuk anak yatim piatu oleh Yayasan Pondok Kasih dan penyerahan bantuan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lantunan tembang macapat dari remaja penghayat kepercayaan juga ikut memeriahkan acara ini.
“Penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran keberagaman yang turut hadir dalam perayaan satu dekade FBM,” ujar Dian Jennie.

Selepas itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama yang melibatkan tujuh tokoh lintas agama dan kepercayaan, yakni Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, Khonghucu, serta Penghayat Kepercayaan.
Puncak acara ini adalah pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031. Dalam kepengurusan masa bakti 2026–2031, Syuhada Endrayono resmi menjabat sebagai Ketua FBM.
Prosesi pergantian kepengurusan ditandai dengan pembacaan surat kepengurusan masa bakti 2026–2031 dan serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru.
Prosesi tersebut diiringi lagu “Tanah Airku” dan dilanjutkan dengan pengucapan janji setia. Setelah itu, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan dilanjutkan dengan sesi foto pelantikan.
“Persiapannya acara ini mungkin satu bulanan ya. Tidak ada kendala, semuanya bisa berjalan lancar dan cukup,” jelas perempuan yang juga Ketua Puan Hayati ini.

Sementara itu, Ketua FBM masa bakti 2026–2031, Syuhada Endrayono, menyampaikan sejumlah pesan terkait keberlanjutan FBM dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebelum para peserta menikmati makan bersama.
“Tugas FBM yaitu mengedukasi masyarakat akan pentingnya menghargai perbedaan dan jangan sampai kita terprovokasi dengan tindakan-tindakan yang pada akhirnya menjadi pemicu,” paparnya.
Dengan dimulainya masa bakti 2026–2031, kepengurusan baru FBM diharapkan dapat meneruskan semangat yang telah dibangun selama satu dekade. Perayaan 10 tahun ini pun bukan hanya menjadi penanda perjalanan FBM, tetapi juga menjadi awal bagi langkah baru dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. (Caca/red)
Tags: #Surabaya #SatuDekadeFBM #ForumBedaTapiMesra #FBMSurabaya #PasarBesarWetan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.


