Film NKCTHI Disebut sebagai Film Terbaik Angga Sasongko

Yovie Wicaksono - 23 December 2019
Angga Dwimas Sasongko, Ardhito Pramono, Sheila Dara dan Agla Artalidia (dari kanan) dalam Screening Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini di Bioskop XXI Royal Plaza Surabaya, Minggu (22/12/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) disebut sebagai karya terbaik Angga Dwimas Sasongko sepanjang perjalanan karirnya 15 tahun di industri film.

“Saya bisa bilang bahwa selama 15 tahun, di antara film-film saya, ini yang terbaik,” kata sutradara film NKCTHI ini di Surabaya, Minggu (22/12/2019).

Angga mengatakan, ada pengemasan khusus di mana dia memakai apa yang sudah dipelajarinya dari karya sebelumnya, seperti Wiro Sableng, menggunakan musik sebagai narasi dalam adegan seperti di Filosofi Kopi, ada adegan perjalanan seperti di Hari untuk Amanda, ada ruangan yang mirip dengan Surat dari Praha.

“Jadi ini kaya semua film yang saya bikin saya rangkum, saya jadiin film NKCTHI,” kata Angga.

Ia juga memakai konsep non-linear story telling, dimana masa lalu bukan hanya sebagai flashback tapi juga bangunan plot.

Meski diklaim sebagai film terbaik, film ini juga menjadi film dengan penceritaan tersulit yang pernah Angga kerjakan.

“Secara penceritaan ini karya tersulit karena pemainnya paling banyak dan setiap karakter punya masalahnya sendiri. Di sini satu keluarga itu pemeran utama. Jadi buat saya ini script tersulit sih selama 15 tahun berkarya,” jelasnya.

Sutradara Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Angga Dwimas Sasongko. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Berbeda dari film keluarga lainnya, Angga mengatakan NKCTHI bukan hanya berbicara tentang keluarga tapi juga berbicara tentang manusia seutuhnya. Tentang peran, rasa sakit, trauma, luka hingga depresi.

Sebuah keluarga yang terlihat baik-baik saja namun terdapat konflik yang dialami oleh tiap perannya. Perjuangan anak sulung untuk berusaha menjadi yang terbaik  bagi keluarganya tapi lupa bahwa dirinya juga perlu bahagia, kisah anak tengah yang tersisih, kisah anak bungsu yang terkekang, hingga kisah orang tua yang punya cinta besar tapi salah dalam mengungkapkannya.

“Bagaimana si Angkasa, Aurora, Awan, Narendra dan Ajeng ini kita lihat sebagai manusia juga, bukan hanya sebagai satu keluarga dan kemasannya kita buat sangat muda, sangat kekinian, milenial,” ujarnya.

Terkait pemilihan pemeran dalam film tersebut, Angga sudah membayangkan siapa saja pemainnya sejak dari awal ia menulis script film.

“Bukan namanya dulu sih, tapi lebih ke spesifik karakter dan seperti apa kira-kira sosok karakter ini,” ujar sutradara kenamaan Indonesia ini.

Bahkan untuk keluarga Narendra, sejak awal Angga sudah membayangkan yang jadi Awan itu Rachel Amanda, Donny Damara dan Oka Antara menjadi bapak, kemudian untuk anak ada Rio Dewanto (Angkasa) dan Sheila Dara (Aurora).

“Kalau gak dapat mereka sih gak tau, mungkin saya gak syuting nih. Karena butuh kemiripan kan antara Susan dan Niken, antara Doni sama Oka, kalau saya punya orang tua begini kira-kira anaknya seperti apa nih,” katanya.

Sementara untuk Agla Artalidia (Lika) dan Ardhito Pramono (Kale), ia mengaku mencari sosok yang fresh, Ardhito yang menyenangkan dan Agla yang berbakat.

Angga mengatakan, sebagai strategi baru dalam promosi film, pihaknya mengenalkan storyline NKCTHI melalui web series agar penonton Indonesia dapat mengenal terlebih dahulu karakter film tersebut, meskipun tentu tidak semuanya ditampilkan.

“Ini strategi baru dalam promosi film, walaupun sebenarnya sempat kita bikin tapi dengan skala yang lebih kecil waktu Filosofi Kopi 2. Visinema berusaha untuk selalu fresh bukan hanya dari film yang kita buat, tapi juga bagaimana memarketingkan film,” ujarnya.

Sekedar informasi, film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film tersebut diangkat dari buku karya Marchella FP yang versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.