Eri Cahyadi Sayangkan Ada Warga Miskin yang Enggan Diintervensi Pekerjaan
SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meresmikan Balai RW 5, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Senin (21/8/2023). Peresmian ini dilakukan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) selesai melakukan perbaikan atau renovasi pada 1.159 Balai RW di Kota Pahlawan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan ada warga miskin yang enggan diberikan intervensi berupa pekerjaan. Alasannya, karena warga tersebut tidak mau bekerja di lapangan dan ingin di dalam ruangan AC kantoran.
“Ada (warga) disalah satu tempat, yang sudah diberikan pekerjaan tapi tidak mau. Saya sendiri sampai panggil (orangnya), lha kok beliau bicara capek. Bilangnya juga ada tidak pak yang kerja di ruangan AC,” kata Eri Cahyadi.
Eri pun mengaku menyayangkan sikap orang tersebut. Sebab, Eri Cahyadi juga mengaku, dahulu sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga menjadi wali kota, ia tak malu bekerja apa saja. Bahkan, ia juga pernah bekerja menjadi teller obat, berjualan kambing dan sapi, hingga beras serta gula.
“Pekerjaan itu semua pernah saya lakukan. Lha kok sekarang anak-anak muda dikasih pekerjaan bilang pegal, minta kerja yang di dalam ruangan,” ungkapnya.
Eri pun berharap kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda sekarang agar tidak pilih-pilih dalam pekerjaan. Baginya, kerja itu bagaimana dengan semangat bisa mengubah nasib diri sendiri dan keluarga.
“Jadi jangan kerja (pilih-pilih) seperti itu, tapi kerja itu bagaimana dengan semangat kita bisa mengubah nasib kita. Jadi semangat kerja, jangan cari kerja yang paling enak,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Eri juga meminta kepada RT/RW apabila ada warga yang enggan diintervensi pekerjaan, agar dikeluarkan dari daftar keluarga miskin. Ia pun mengapresiasi sikap tegas yang dilakukan Ketua RW 5, Kelurahan Keputran Surabaya terhadap warga penerima bantuan sosial.
“Ada warga setelah dapat uang (bantuan) dibuat foya-foya, langsung dikeluarkan (dari daftar warga miskin) sama Pak RW-nya. Lha orang susah minta dikasih bantuan, dikasih bantuan tidak diberikan anak-istrinya, malah dibuat dugem,” ungkap Eri.
Dalam peresmian tersebut, Eri juga mengungkapkan, bahwa yang diresmikan bukanlah wujud dari bangunan Balai RW. Namun yang diresmikan adalah semangat gotong-royong dan fungsi dari Balai RW tersebut.
“RW 5 (Kelurahan Keputran) ini sangatlah luar biasa Pak RW-nya, kegiatannya juga sangat luar biasa. Saya berharap, semua RW bisa memanfaatkan Balai RW untuk pelayanan yang luar biasa kepada masyarakat,” harapan Eri.
Eri Cahyadi meyakini, apabila Balai RW digerakkan dengan guyub rukun dan gotong-royong, maka tidak akan pernah ada kemiskinan di kota Pahlawan. Pun demikian tidak akan pernah ada kenakalan remaja jika Balai RW digerakkan dengan kegiatan-kegiatan positif.
“Makanya fungsi Balai RW yang kita kembalikan seperti awal, itulah kenapa kita resmikan. Jadi kayak masjid, tidak didirikan tapi dimakmurkan. Tempat ibadah gereja, pura, vihara, klenteng juga sama, tidak didirikan tapi dimakmurkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 5 Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Kasno Purwanto menyatakan ada salah satu warganya yang menggunakan bantuan dari pemerintah tidak untuk semestinya. Ia pun lantas memberikan tindakan tegas kepada warga tersebut. “Itu saya coret langsung (dari daftar penerima). Dapat bantuan justru dibuat ke diskotek,” katanya.
Pada kesempatan ini, Kasno juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi, karena telah memperbaiki Balai RW di wilayahnya. Ia berharap, ke depan Balai RW tersebut dapat mendukung pelayanan kepada warga.
“Saya terima kasih banyak kepada Pak Wali. Kemarin sudah saya coba (kegiatan) PKK sama ibu-ibu. Saya bangga, berterima kasih banyak, bisa untuk pelayanan,” ucapnya.
Oleh karena itu, Kasno mengajak warganya untuk bersama-sama menjaga kebersihan gedung Balai RW 5. Lebih dari itu, ia juga berharap warga dapat menggunakan Balai RW 5 Kelurahan Keputran, untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat positif. “Silahkan digunakan, ini (Balai RW) bukan punya saya. Kalau RT/RW menggunakan silahkan, yang penting untuk kegiatan-kegiatan bersifat positif,” pungkasnya. (ag/red)
Tags: Eri cahyadi, Intervensi, pekerjaan, warga miskin
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






