Eri Cahyadi: Ekonomi Surabaya Sepanjang 2023 Alami Pertumbuhan

Yovie Wicaksono - 10 December 2023

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut, ekonomi kota Surabaya sepanjang 2023 mengalami pertumbuhan signifikan diatas 5 persen.

“Pertumbuhan ini melebihi ekonomi Jawa Timur, dan diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (09/12/2023).

Eri mengatakan, pemicu tumbuhnya ekonomi kota Surabaya lebih banyak dipengaruhi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dengan indikator munculnya universitas swasta baru di Surabaya.

“Kemudian juga masuknya investasi asing maupun dalam negeri, serta kemudahan perizinan usaha menjadi indikator meningkatnya ekonomi Surabaya sepanjangan tahun 2023,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkot Surabaya memang fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari berbagai sektor. “Seperti diketahui, perhitungan yang kita miliki adalah IPM bisa saja IPM kota Surabaya terus naik tapi bisa juga kalah dengan daerah lain,” terang Eri.

“Surabaya itu banyak universitas, jadi adanya universitas itu juga meningkatkan IPM suatu daerah,” jelasnya.

Ia kembali mengungkapkan, selain IPM yang naik, membanjirnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ke Surabaya ikut memacu pertumbuhan ekonomi di kota Pahlawan.

“PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) kota Surabaya, yang paling tertinggi kedua di Jatim setelah Gresik, karena di Gresik ada Smelter, sebuah fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir,” jelas Eri.

PMDN yang masuk ke kota Surabaya sepanjang 2023 mencapai Rp14 triliun. Sementara invetasi asing mencapai Rp2 triliun sampai akhir sementara ke dua tahun ini.

Eri Cahyadi menambahkan, untuk menarik investasi di Surabaya pertama, perizinan itu harus cepat, kepastian waktu, dan banyak menghapus syarat-syarat izin usaha.

“Karena izin itu kan sebuah janji, jadi seharusnya pengawasannya yang kuat, setelah izin usaha itu keluar, maka pengawasannya harus dikuatkan, tidak dengan banyak syarat-syarat,” pungkasnya. (ag/red)

Tags: ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.