SDN Kendangsari IV Edukasi Budaya Lewat Pentas Seni dan Kuliner Tradisional

Rudy Hartono - 17 December 2025
Para juri sedang meninjau dan menilai menu tradisional yang dijajakan siswa di sela Student Fair di SDN Kendangsari IV Surabaya. (foto: septian/superradio.id)

SR, Surabaya – Jelang libur tengah semester, SD Negeri Kendangsari IV Surabaya gelar “Student Fair” yang dikemas dalam konsep pentas seni dan festival kuliner tradisional Nusantara. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus sarana mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Kepala SD Negeri Kendangsari IV Surabaya Sofy Alifu Khasanah MPd menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap generasi muda yang mulai melupakan makanan dan minuman tradisional Indonesia. “Di tengah maraknya jajanan luar negeri seperti takoyaki, kimbab, bibimbap, dan ramyeon, anak-anak perlu kembali dikenalkan pada kekayaan kuliner Nusantara sejak dini,” kata Sofy kepada Super Radio, Selasa (16/12/2025)

Melalui festival kuliner tradisional ini, siswa diajak mengenal berbagai jajanan khas Indonesia seperti putu ayu, kue cucur, lemper, hingga onde-onde. Tujuannya tidak hanya agar siswa mengenal nama-nama makanan tersebut, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Ekspresi Seni Siswa TK

Siswa TK didampingi para ibu saat mengikuti lomba mewarnai di acara Student Fair di SDN Kendangsari IV Surabaya, Selasa (16/12/2025). (foto: septian/superradio.id)

Student Fair tahun ini juga menjadi inovasi baru yang pertama kali diselenggarakan di SD Negeri Kendangsari IV Surabaya. Selain menampilkan kreativitas siswa melalui berbagai pentas seni, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kemitraan dengan taman kanak-kanak di sekitar sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan transisi yang lebih baik dari jenjang TK ke SD, sekaligus memperkenalkan lingkungan sekolah yang ramah dan menyenangkan bagi calon peserta didik.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba mewarnai bersama antara anak dan orang tua. Dalam kegiatan ini, orang tua berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan serta dukungan emosional, bukan mengambil alih pekerjaan anak. Kehadiran orang tua dinilai sangat penting untuk menciptakan rasa nyaman, meningkatkan kepercayaan diri anak, serta membangun kedekatan emosional yang berpengaruh positif terhadap perkembangan mereka.

Melalui kegiatan Student Fair ini, pihak sekolah juga berharap dapat menjalin kerja sama yang semakin erat dengan para orang tua. Sekolah ingin menunjukkan bahwa SD Negeri Kendangsari IV Surabaya memiliki tenaga pendidik yang profesional, lingkungan belajar yang ramah, serta program-program unggulan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Selain bersifat edukatif dan rekreatif, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi positif sekolah di tengah masyarakat.

Kepala SD Negeri Kendangsari IV Surabaya Sofy Alifu Khasanah MPd. (foto: septian/superradio.id)

Penting Peran Orang Tua

Menjelang pelaksanaan acara, Kepala Sekolah berpesan kepada seluruh orang tua agar terus mendampingi anak-anak dalam setiap kegiatan. Menurutnya, kedekatan antara anak dan orang tua bukan semata soal pemberian materi, melainkan kebersamaan dan dukungan dalam proses belajar serta aktivitas sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya bangsa, khususnya makanan dan minuman tradisional, sebagai warisan yang patut dibanggakan. “Kalau bukan kita yang melestarikan budaya sendiri, siapa lagi?” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, Student Fair SD Negeri Kendangsari IV Surabaya menjadi contoh nyata bagaimana sekolah mampu menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebanggaan terhadap budaya bangsa serta mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. (mg3/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.