Emil : Dunia Pendidikan Harus Ikut Andil dalam Inovasi Bisnis

Yovie Wicaksono - 18 July 2019
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam Seminar Nasional Sustainable Business (SNSB 2019), yang bertajuk Inovasi Bisnis Digital Era Industri 4.0 dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa, pada Kamis (18/7/2019). Foto : (Humas Unair)

SR, Surabaya – Fakultas Vokasi Departemen Bisnis Universitas Airlangga (Unair) menggelar Seminar Nasional Sustainable Business (SNSB 2019), yang bertajuk Inovasi Bisnis Digital Era Industri 4.0 dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa, pada Kamis (18/7/2019).

Seminar tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak dan Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah. Adapun hadir sebagai narasumber dalam seminar itu ialah Pengawas Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surabaya Daddi Peryoga dan Kepala Pengembangan Bisnis PT. Amartha Mikro Fintek Kiki Ahmadi.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, industri 4.0 memiliki ciri khas yang agak berbeda. Perubahan dalam industri 4.0 merupakan perubahan di dalam perubahan, istilahnya adalah continuous change within the big change.

Lebih lanjut Emil menjelaskan mengenai artificial intelegence (kecerdasan buatan) yang tidak dilakukan melalui otak manusia tetapi menyerupai kemampuan otak manusia.

“Hal yang paling sederhana, misalnya, bagaimana toren air kita akan mengirim sinyal ke pompa air untuk menarik air jika airnya sudah habis, kita menggunakan pelampung. Itu hal-hal sederhana. Algoritmanya masih sederhana,” ungkapnya.

Triple Track Development terdiri atas tiga hal penting menjadi hal yang sangat penting. Pertama, Transformation Enabler yang memiliki proritas fokus pada millenial proffession. Kedua, Core competence yang memiliki proritas fokus pada Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) Discipline. Ketiga, Supporting Environment yang memiliki proritas fokus pada Financial Technology.

Emil berharap, masyarakat ke depannya dapat terus mendukung program pemerintah provinsi Jawa Timur. Emil percaya, kemajuan Jawa Timur bisa tercapai apabila dunia pendidikan juga turut berpartisipasi.

“Saya percaya bahwa kemajuan Jawa Timur tidak mungkin bisa dicapai apabila akademisinya, dunia pendidikan tingginya, tidak ikut mengawal,” pungkasnya.

Sementara Prof Amin mengatakan, bisnis tidak terlepas dari arus globalisasi. Ada beberapa keuntungan dan perhatian yang perlu menjadi fokus. Keuntungannya ialah terpenuhinya semua kebutuhan konsumen dengan masuknya produk-produk inovasi dari luar Indonesia.

“Namun di sisi lain, ada sebuah tantangan yang luar biasa bagi produk-produk kita untuk bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri,” imbuhnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.