Ecoton Ajak Pelajar Lintas Agama Terlibat Konservasi Sungai

Rudy Hartono - 11 May 2024
Salah satu peneliti Ecoton menjelaskan gambar organisme indikator pencemar air sungai, di Jombang, Sabtu (11/5/2024)

SR, Jombang – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama HPAI (Himpunan Pegiat Adiwiyata Indonesia) Dewan Pengurus Wilayah Kabupaten Jombang menggelar konservasi lingkungan di Taman Kebon Ratu, Kabupaten Jombang, Sabtu (11/5/2024).

Kegiatan bertajuk “Student for River Conservation Interfaith” tersebut melibatkan puluhan pelajar SMP-SMA untuk bersama meneliti kondisi sungai Rejoagung IV yang sekarang tercemar limbah.

“Di kegiatan ini siswa siswi lintas agama dari SMP-SMA melakukan uji kualitas air meliputi biomonitoring biotilik, identifikasi mikroplastik dan uji air parameter fisika dan kimia. Hasilnya adalah ditemukan mikroplastik bentuk fiber, filamen dan fragmen,” ujar Amiruddin Muttaqin, peneliti Ecoton.

Amir mengatakan, tujuan kegiatan tersebut guna menumbuhkan rasa peduli lingkungan, utamanya pada generasi muda. Terlebih, melihat kondisi sungai yang sudah memburuk dan memprihatinkan.

Untuk itu, kegiatan dikemas dengan menyenangkan. Menggunakan metode citizen science, peserta diajak memantau tingkat pencemaran air dengan mudah.

“Dengan biotilik, mikroplastik dan kualitas air lainnya dengan berbasis citizen science yaitu ilmu sains berbasis masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mudah menilai kualitas air disekitarnya tanpa harus ke laboratorium,” tuturnya.

Salah seorang pelajar mengambil sampel di permukaan Sungai Rejoagung IV, Jombang, Sabtu (11/5/2024)

Hal serupa disampaikan Himpunan Pegiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Dewan Pengurus Wilayah Kabupaten Jombang, Maftuhah Mustiqowati. Menurutnya kegiatan tersebut dapat menjadi wadah belajar sekaligus bekal untuk lebih peduli pada bumi.

“Pelatihan ini dapat sekaligus menjadi wadah bersama lintas iman antarpelajar. Meski tidak sampai melahirkan pakar, setidaknya pelatihan dapat memberikan sedikit keahlian bagi para pelajar untuk melakukan pemantauan kualitas air,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan RTH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Amin Kurniawan menambahkan, pentingnya peran pemuda.

Sebab, meski alam punya kemampuan purifikasi atau memulihkan diri sendiri, namun jika ditumpuki limbah terus-menerus, akan kalah dan tercemar. “Kita sebagai pemuda wajib untuk melestarikan dan menjaga lingkungan disekitar, agar tidak terlalu banyak sampah/limbah yg terbuang ke sungai,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari SMP Petra, Elroy menceritakan pengalamannya. Ia mengaku antusias dapat belajar hal baru terkait pencemaran air. “Berdasarkan uji air Sungai Rejoagung, sungai tersebut tercemar oleh senyawa amonia dan fosfat,”ย ungkapnya.ย (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.