Dubes Australia Secara Khusus Sapa 90 Mahasiswa WSU Surabaya

Rudy Hartono - 19 August 2026
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, sambut 90 mahasiswa baru Western Sydney University (WSU) Indonesia Surabaya, di Pakuwon Tower, Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (19/8/2026). (foto: debby devega/superradio.id)

SR, Surabaya— Hubungan bilateral Indonesia-Australia di Jawa Timur kembali menguat melalui sektor pendidikan dan diplomasi budaya.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menghadiri Orientation Day di Kampus Western Sydney University (WSU) Indonesia Surabaya, berlokasi di Pakuwon Tower, Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (19/8/2026).

Kehadiran Dubes Brazier ini menandai komitmen Australia menyediakan pendidikan berstandar global langsung di jantung ekonomi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, ia menegaskan WSU bukan sekadar tempat meraih gelar melainkan sarana membangun persahabatan lintas negara.

“Ini adalah peluncuran bagi ide-ide baru, persahabatan lintas negara, dan peluang internasional yang luas. Mahasiswa dapat merasakan pendidikan kualitas Australia tanpa meninggalkan Indonesia, dengan opsi studi 1-2 semester di Australia,” ujar Brazier di sela rangkaian kunjungan kerja di Surabaya dan Jombang, Jawa Timur.

Bersyukurnya, Orientation Day kali ini mencatatkan sejarah sebagai angkatan terbesar WSU Surabaya. Hampir 90 mahasiswa baru jenjang sarjana dan pascasarjana resmi memulai studi di bidang Bisnis dan Teknologi Informasi WSU.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di orientation day mahasiswa baru Western Sydney University (WSU) Indonesia Surabaya, di Pakuwon Tower, Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (19/8/2026). (foto: debby devega/superradio.id)

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi keberhasilan WSU menarik minat calon mahasiswa. Ia bahkan berbagi pengalaman pribadi pernah menempuh program kemitraan Australia di Jakarta tahun 2001 yang membuka jalan kariernya.

“Mendapat pendidikan internasional sambil tinggal di Indonesia adalah kesempatan terbaik dari kedua dunia. Mahasiswa paham standar global sekaligus potensi ekonomi domestik,” ujar Emil memberi semangat mahasiswa.

Ia mendorong mahasiswa yang studi di WSU dapat memanfaatkan lokasi strategis kampus di Surabaya yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Jatim untuk meningkatkan daya nalar mengembangkan inovasi sekaligus jaringan internasional.

Apalagi lokasi Kampus WSU di lantai 35 Pakuwon Tower hanya berjarak beberapa menit dari pusat ekonomi bisnis –perkantoran, mal Tunjungan Plasa, dan perdagangan – serta tak jauh dari gedung negara Grahadi Jatim.

“Secara ekonomi, pemilihan Surabaya untuk didirikan kampus WSU sudah tepat. Saat ini Jatim menyumbang seperenam dari total perekonomian Indonesia dan merupakan provinsi kontributor terbesar kedua nasional,” ungkap Emil.  (dd/red)

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.