DPRD Jatim Imbau Pemda Perketat Alur Pengiriman Hewan Kurban

Rudy Hartono - 28 May 2025
Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan saat ditemui di gedung DPD PDI Perjuangan Jatim, Sabtu (24/5/2025). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mengimbau tiap pemerintah daerah memperketat alur pengiriman hewan kurban lintas daerah.

Hal tersebut, mengingat potensi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi momok bagi penjual hewan kurban. Meski berdasar pantauannya belum ditemukan kasus PMK di Jatim, namun antisipasi tetap harus dilakukan.

Terlebih sebelumnya Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali mengalami lonjakan signifikan di Jawa Timur sejak 8 Desember 2024. Puncaknya, pada 29 Desember 2024, tercatat 588 kasus baru dalam sehari.

“Yang diharapkan masing masing wilayah dimana sapi itu begerak, itu diberikan rekomendasi, lanjut ke surabaya, maka sebelum ke surabaya harus dipastikan sehat,” ujarnya, Sabtu (25/5/2025).

Disamping PMK, Ony mengimbau adanya pengawasan di beberapa wilayah yang sering digunakan untuk menjual hewan kurban. Seperti pinggir jalan raya, dan pinggir rel kereta api.

Bukan tanpa alasan. Penjualan hewan kurban tanpa izin, dengan tempat seperti pinggir rel kereta api akan meningkatkan resiko kecelakaan. Anak-anak yang mendekati hewan kurban juga berpotensi terluka atau tertabrak.

Untuk itu politisi PDI Perjuangan itu meminta masyarakat untuk membeli hewan kurban di tempat resmi yang terjamin kualitas dan kebersihannya.

“Untuk pedagang sapi-kambing ilegal itu kewenangan wilayah kab kota, cuma dari provinsi kita imbau kesehatan sapi dan kambingnya dijaga,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan hewan kurban di provinsinya surplus (berlebih). Pemprov Jatim pun siap mensuplai kebutuhan hewan kurban di provinsi lain.

Disebutkan, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 98.388 ekor. Sedangkan ketersediaan sapi mencapai 526.987 ekor. Sementara, proyeksi kebutuhan kambing kurban Jatim sejumlah 346.924 ekor. Ketersediaannya 872.195 ekor, sehingga surplus 525.271 ekor.

“Ketersediaan hewan kurban di Jatim cukup besar. Masyarakat luar Jatim bisa mengakses hewan kurban di sini,” ujar Khofifah, Minggu (25/5/2025).

Dalam momen persiapan Idul Adha, Khofifah juga meninjau langsung kondisi kesehatan hewan kurban di berbagai peternakan di Jatim. Dia memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat dan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).  “Kami memastikan bahwa hewan ternak kami sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” ucapnya. (hk/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.