Dito Serap Aspirasi Petani, Siapkan Sejumlah Solusi

Yovie Wicaksono - 29 September 2020
Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono Serap Aspirasi Petani. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah petani yang tergabung dalam Gapoktan, Poktan, serta pemilik kios pupuk di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Selasa (29/9/2020) sore, bersilaturahmi dengan Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono.

Dalam pertemuan tersebut, para petani berkeluh kesah tentang permasalahan yang dihadapi saat ini, seperti harga sayuran yang anjlok di pasaran karena  kebijakan PSBB sehingga pendistribusian ke daerah tersendat.

Disamping itu, persoalan permodalan yang bukan hanya dirasakan oleh petani saja, melainkan juga peternak.

Terkait hal tersebut, Dito memaklumi keluh kesah yang dialami para petani, mengingat kondisi pandemi sekarang.

“Agenda hari ini bertemu dengan, kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Banyakan. Ada beberapa persoalan terutama tadi petani sayur yang menyampaikan kepada saya tentang harga sayuran cukup anjlok di masyarakat. Ini pun tidak dapat dipungkiri kaitanya ada PSBB di berbagai daerah, akhirnya distribusi terhambat,” ujar Dito saat ditemui di Posko Tim Pemenangan di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Ia menilai disaat pandemi seperti sekarang, para petani membutuhkan stimulus bantuan permodalan dari Pemerintah Daerah. Namun disisi lain alokasi anggaran yang ada saat ini masih terfokus pada penanganan Covid-19.

“Para petani ini minta untuk  di support secara permodalan. Lah ini sebenarnya tidak hanya petani, kemarin saya bertemu dengan peternak meminta hal yang sama. Jadi percakapan tadi terkait dengan kondisi para petani yang terdampak oleh pandemi,” kata Calon Bupati yang maju  berpasangan dengan Wakil Calon Bupati Dewi Maria Ulfa ini.

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut, antara lain memberikan  bantuan kartu BPJS secara gratis, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta jaminan kecelakaan kepada petani.

“Itu tadi yang akan kita berikan kepada para petani tersebut, lalu upaya berikutnya berkoordinasi, berkomunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini. Karena ini terjadi di seluruh daerah tidak hanya di Kabupaten Kediri,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.