Dikira Ada Fenomena Gelombang Panas di Surabaya, Ini Penjelasan BMKG

Yovie Wicaksono - 3 May 2024
ilustrasi

SR, Surabaya – Langit Surabaya akan didominasi cuaca cerah pada Jumat (3/5/2024). Demikian prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda. Karena itu, masyarakat Surabaya yang akan menjalankan harinya tidak perlu mengkhawatirkan hujan akan turun.

Untuk suhu udara di Surabaya akan terasa panas pada sekira pukul 10.00 WIB dan berangsur-angsur  menyengat pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Kelembapan Surabaya rata-rata 80-90 prosen dan kecepatan angin: 10 – 30 Km/jam.

Merespons cuaca yang panas berlebihan di wilayah Surabaya, ada orang yang kegerahan memperkirakan karena terjadinya Gelombang Panas (heat wave) di atmosfir Surabaya.

Pihak BMKG Juanda segera memberi penjelasan bahwa  fenomena udara panas belakangan ini di Indonesia, khususnya Surabaya, adalah panas biasa tidak termasuk kategori Gelombang Panas.

Yang dinamakan Gelombang Panas merupakan kondisi khusus dimana terjadi kenaikan suhu panas yang tidak biasa misalnya suhu naik melebihi ambang batas statistik harian,  yang berlangsung setidaknya lima hari berturut turut.

Selain itu Gelombang Panas umumnya terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga lintang tinggi  belahan bumi bagian utara maupun di belahan bumi bagian selatan. Sedangkan letak geografis Indonesia berada di sekitar ekuator.

Dengan data-data tersebut BMKG Juanda memastikan bahwa panas di Surabaya tidak masuk kategori Gelombang Panas. Adapun panas menyengat di Surabaya disebabkan  tutupan awan yang berkurang di wilayah Surabaya dan sebagian besar daerah di Jawa Timur Indonesia.  Hal itu menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi akan terjadi maksimal.

Lebih jauh BMKG Juanda memaparkan bahwa secara karakteristik suhu panas di Indonesia merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode setiap tahunnya. Selain itu karena saat ini Indonesia berada di masa pancaroba dan beberpa wilayah telah memasuki musim kemarau. (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.