Semarak Kelud Volcano Road Run 2019

Yovie Wicaksono - 15 September 2019
Para peserta Kelud  Volcano Road Run 2019, Minggu (15/9/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebanyak 20 peserta mancanegara asal Jepang, Singapura dan Australia serta ratusan peserta domestik, semarakkan lomba lari bertema Kelud  Volcano Road Run 2019, di Kediri, Minggu (15/9/2019).

Pelaksanaan lomba peserta dibagi dalam 6 kategori, antara lain kategori umum pria –  wanita, pelajar putra – putri, dan peserta mancanegara pria – wanita.

Peserta mengambil start di area pintu masuk lokasi Wisata Gunung Kelud, kemudian berlari menanjak menempuh jarak sekitar 10 kilometer hingga finish di kawah Gunung Kelud.

“Jalannya menanjak, start di 600 (MDPL), finish 1300 (MDPL) di area Kawah Gunung Kelud,” ujar Panitia Pelaksana Kelud Volcano Road Run 2019, Antuji.

Dikarena rute jalan yang menanjak, pihak panitia menyediakan tenaga medis di sejumlah titik rute yang dilewati oleh para peserta lomba.

“Setiap 3 kilometer, rute yang dilewati oleh peserta kita siapkan dokter dan tenaga medis  disana. Jika ada peserta yang tidak kuat, maka tim medis berhak untuk menyetop agar peserta tidak  melanjutkan kembali larinya,” imbuhnya.

Kegiatan lomba lari ini, merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah bekerja sama dengan salah satu Perusahaan Swasta. Lomba lari ini sudah berlangsung dan  diselenggarakan sebanyak empat kali, dan kali ini total hadiah yang diperebutkan dalam Kelud  Volcano Road Run 2019 sebesar Rp 50 juta.

Salah satu peserta, Yoga Pamungkas mengaku sudah empat kali ikut mendaftar Kelud Volcano Road Run. Ia merasa tertantang untuk bisa menaklukan rute jalan yang menanjak dari lereng kaki Gunung Kelud hingga finish di area kawah.

Disamping itu ia merasa fresh,  karena di sepanjang rute yang dilalui banyak dikelilingi pemandangan yang menyegarkan.

“Rutenya menantang, mulai start sampai finish nanjak terus. Selain itu, pemandangannya juga bagus, banyak spot foto yang menarik. Dan yang pasti bisa kenal dengan sesama pelari dari luar daerah,” ujar pria asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.