PDI Perjuangan Dirikan Puluhan Posko Sepanjang Jalur Mudik di Jatim
SR, Surabaya – PDI Perjuangan Jawa Timur berkomitmen mendukung mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang aman dan lancar untuk masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan puluhan posko di sepanjang jalur mudik lebaran kawasan Jatim.
Tak main-main, posko yang didirikan selalu mengikutsertakan pengurus cabang PDI Perjuangan dan juga Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di masing-masing kota/kabupaten. Di posko itu telah dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya: ruang istirahat, snack, hingga tim kesehatan. “Seluruh fasilitas di dalam posko di jalur mudik bisa diakses secara gratis oleh masyarakat,” kata Deni Wicaksono, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Selasa (17/3/2026).
Deni menambahkan posko mudik yang didirikan PDI Perjuangan mengerti akan faktor kelelahan yang dialami pemudik lantaran perjalanan jauh ke kampung halaman. Untuk itu, guna memastikan masyarakat tiba di kampung halaman dengan selamat, disiapkan sejumlah langkah tersebut. Pihaknya pun berharap momen lebaran ini menjadi momen yang membahagiakan untuk seluruh lapisan masyarakat.
“PDI Perjuangan siap menyambut dan bersama seluruh elemen partai untuk bisa menyapa ibu ibu dan panjenengan semua yang mudik agar perjalanannyablancar, aman, dan sampai tujuan dengan gembira,” tambah Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim.
Selanjutnya, Deni mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan. Terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14-17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur.

“Jadi, silahkan warga Jatim yang balik atau mudik ke kampung halaman singgah ke posko mudik PDI Perjuangan untuk bisa istirahat sejenak atau mau ngopi di posko,” imbuhnya.
Sementara Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Dishub Jatim) telah memprediksi puncak arus mudik di wilayah Jawa Timur akan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 mendatang.
Kepala Dishub Jatim, Nyono menyebut, berdasarkan data yang dihimpun, potensi pemudik yang masuk ke Jatim diprediksi mencapai 24,9 juta orang. Meski secara nasional diprediksi terjadi penurunan mobilitas sebesar 1,75 persen, volume masyarakat yang menuju Jatim tetap tinggi, yakni mencapai 17,30 persen dari total pergerakan nasional.
“Untuk mengakomodasi jutaan pemudik tersebut, kami telah menyiagakan infrastruktur transportasi yang masif, meliputi 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api dan ratusan armada pesawat dan kapal laut,” tegasnya, Senin (9/3/2026).
Kemacetan, lanjutnya, diprediksi tidak hanya menyasar jalur mudik utama, tetapi juga akses menuju destinasi wisata pada puncak libur Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 22–23 Maret 2026.
Sehingga Dishub Jatim akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang (sumbu tiga ke atas) mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026. Aturan ini berlaku di sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional strategis di Jawa Timur.
“Selain itu, para pemudik yang hendak menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diimbau memperhatikan jadwal Hari Raya Nyepi,” sebutnya. (hk/red)
Tags: Deni Wicaksono, pdip, posko mudik, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





