Budayawan Asal Jombang Buat Dupa Herbal yang Diyakini Bisa Tangkal Virus 

Yovie Wicaksono - 21 April 2020
Samsul Yudoyono membuat sebuah dupa yang diyakini bisa memproteksi diri dari serangan virus. Foto : (Super Radio/Rahman Halim) 

SR, Kediri – Seorang budayawan asal Tembelang, Jombang, Jawa Timur, yakni Samsul Yudoyono membuat sebuah dupa yang diyakini bisa memproteksi diri dari serangan virus. 

Pria berusia 45 tahun ini mengatakan jika  dupa yang ia buat bertujuan untuk membantu tugas pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid -19).

Dupa herbal anti virus ini diberi nama Singo Naruto. Didalam kandungan dupa tersebut terdapat ekstrasi 33 jenis bahan herbal, diantaranya adalah jahe, kapulaga, merica hitam, serai, keningar, kemukus, temulawak serta bahan lainnya. 

Proses pembuatan dupa herbal anti virus ini membutuhkan waktu cukup lama karena perlu ketelitian dan kecermatan dalam meramu kandungan herbal yang ada di dalamnya. Satu stik dupa diperlukan waktu kurang lebih satu setengah jam pembuatan. 

“Tidak semua herbal bisa dicampur langsung, ini merupakan kombinasi hasil seleksi,” ujar pria yang memiliki pengetahuan di bidang herbal ini, Selasa (21/4/2020).

Melihat kondisi saat ini, ia sering melakukan kunjungan disejumlah  daerah yang masuk dalam zona merah untuk melakukan kegiatan sosial dengan membagikan produk dupa yang ia buat kepada orang lain yang membutuhkan. Bahkan, Samsul Yudoyono mengaku pernah turut serta berperan aktif dalam membantu proses penyembuhan penderita Covid -19.

“Saya sudah melakukan kunjungan bakti sosial diberbagai daerah, antara lain Tulunganggung, Blitar, Wonogiri dan Batam. Karena produk ini belum dibuat dengan skala massal, maka saya mencari pelaku utama yang bersinggungan langsung dengan penanganan Covid -19 lalu saya bantu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan jika dupa herbal anti virus buatannya ini tidak memiliki keterkaitan dengan kekuatan mistis. 

“Ini tidak ada kaitannya dengan spiritual, murni asapnya kita pakai untuk sterilisasi virus. Ini bentuk keprihatinan kita, sumbangsih untuk NKRI,” ujarnya.

Guna mencegah penyebaran virus, dupa ini dibakar dalam ruangan. Ia menganjurkan untuk membakar dupa stik sehari tiga kali, dalam hitungan per 8 jam. Menurutnya, asap dari dupa tersebut memiliki khasiat untuk memproteksi serangan virus dan menambah daya imun seseorang apabila dihirup. 

“Kalau dupa baik dalam bentuk stik maupun kerucut itu digunakan untuk sterilisasi ruangan. Bahkan asap ini ketika dihirup seseorang itu bagus, bahkan menjadi imun. Anak kecil pun juga baik, bahkan bisa sehat,” katanya. 

Disamping membuat dupa, ia juga membuat obat tetes berbahan air laut. Menurutnya, obat tetes ini memiliki khasiat menyembuhkan virus corona .

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan enanganan Covid-19, dokter Fauzan Adima ketika dikonfirmasi menjelaskan, hingga sampai sekarang belum diketemukan adanya obat untuk membunuh virus corona.

Menurutnya, yang  dilakukan oleh tim medis hanya sebatas  menumbuhkan daya tahan tubuh si pasien dalam  melawan virus . 

“Kalau saya tetap berpedoman sampai sekarang belum ada obat secara medis membunuh virus itu. Yang diobati oleh medis sekarang hanya untuk menumbuhkan daya tahan tubuh untuk melawan, jadi kalau ada obat yang bisa membunuh virus sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Fauzan Adima menambahkan, sampai sekarang Dinas Kesehatan mencatat sudah ada tujuh warga Kota Kediri yang terpapar Covid-19.  Dari tujuh orang tersebut, tiga diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. Sementara lainnya masih dalam penanganan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.