Bubar Event Akbar, Banyak Warga Surabaya Buang Sampah Sembarangan

Rudy Hartono - 16 December 2024
Salah seorang petugas kebersihan sedang menyapu sampah yang ditinggalkan penonton di trotoar seusai parade navy 2024 di kawasan Monumen Tugu Pahlawan. (foto:niken oktavia/superradio.id)

SR, Surabaya – Petugas kebersihan kota Surabaya mengeluhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan kota, terlebih usai ada perhelatan akbar yang melibatkan ribuan orang.

Mereka harus kerja keras membersihkan sampah yang berserak di areal Tugu Pahlawan hingga Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (15/12/2024). Kebetulan hari itu ada rangkaian acara perayaan Hari Armada. “Kami mulai membersihkan dari Tugu Pahlawan sampai Jalan Tunjungan. Mungkin kami selesai membersihkan itu jam 01.00 dini hari karena acara selesai sekitar jam 23.00 malam,” keluh Mohammad Mashur, salah satu petugas kebersihan.

Mashur menambahkan, meskipun para petugas berusaha memberi edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, respons yang diterima kerap kurang menyenangkan.  “Ada yang menerima, ada yang cuek, bahkan ada yang langsung buang sampah di depan kami. Kami lebih memilih diam, takut terjadi perselisihan,” ungkapnya.

Terkait profesinya, Mashur mengaku telah biasa disepelekan. Pihaknya tak mau terjadi konflik atau kesalahpahaman dengan masyarakat. Apalagi, ditengah dunia yang apapun diviralkan. “Kami sebagai petugas itu tidak berani menegur, takutnya nanti divideo dan diviralkan, ada petugas kebersihan marah marah begitu,” katanya.

Sementara itu, Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, Wondo yang tengah menyapu mengungkapkan, sampah yang dihasilkan penonton lebih parah dibandingkan kegiatan lain seperti aksi demonstrasi.

“Dibandingkan tontonan masyarakat gini, pedemo atau acara unjuk rasa buruh atau yang lainnya itu mereka mengumpulkan sampahnya sendiri, jadi kami tinggal angkut. Kalau acara konser atau tontonan masyarakat semacam ini sangat susah sekali dan mesti sampah berserakan setelah acara,” jelasnya.

Pria yang telah bekerja sebagai petugas kebersihan sejah 2007 itu menuturkan, sampah yang mendominasi adalah bungkus makanan, botol minuman, gelas plastik, dan kantong kresek. Masyarakat membuang sembarangan di sekitar tempat mereka duduk, membuang di taman, bahkan dilempar masuk ke kawasan Tugu Pahlawan. Padahal, tong sampah sudah disediakan DLH di sepanjang lokasi acara.

“Kalau pas event seperti ini, membuang sampah di tong itu langka. Ibaratnya, dari 100 orang, hanya dua yang sadar membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Meski menyadari kebersihan kota adalah tugasnya, Wondo berharap masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.  “Jangan njagakno, Jangan hanya berpikir wong ada yang membersihkan saja. Harusnya, masyarakat ayo bareng-bareng menjaga kebersihan Surabaya,” ujar Wondo.

Wondo berharap, di setiap acara-acara besar seperti ini nantinya bisa diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Kami ingin saling bantu. Kalau masyarakat sadar, kota ini bisa lebih bersih dan indah,” pungkasnya. (nio/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.