BPOM Temukan Takjil Mengandung Boraks, Khusnul Minta Gencarkan Uji Makanan

Yovie Wicaksono - 14 April 2022
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya menyayangkan ulah pedagang nakal yang tega menjual aneka menu berbuka puasa dengan kandungan zat berbahaya.

Sikap Khusnul ini, menyusul adanya temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Surabaya yang sebelumnya menyisir menu Ramadan di sekitaran masjid Al Akbar Surabaya, dan menemukan sekira 30 persen menu disana mengandung zat berbahaya jenis boraks.

“Sangat kami sayangkan, kok tega para pedagang menjual makanan yang berbahaya bagi tubuh saat Bulan Suci Ramadan seperti sekarang ini,” ujar Khusnul Khotimah, Rabu (13/4/2022).

Dengan adanya kasus ini, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bersama Kader Surabaya Hebat untuk segera memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memberikan pendampingan ke para pedagang.

“Apa yang pedagang lakukan ini sebenarnya merugikan mereka sendiri. Makanya edukasi ini sangat penting,” ucapnya.

Kemudian, ia juga meminta uji makanan dapat dilakukan di seluruh tempat secara merata agar tidak terjadi kejadian serupa.

“Selama puasa Ramadan, banyak tempat-tempat yang menjual takjil. Itu perlu dilakukan pengujian, termasuk di Car Free Day (CFD) di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo. Di sana juga banyak UMKM yang menjual makanan dan minuman,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, kata Khusnul, Komisi D juga telah mengusulkan pada Bapemperda (Badan Pembentukan Perda) untuk menyusun raperda inisiatif tentang perlindungan makanan.

Tak lupa, Khusnul mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam membeli sajian  berbuka puasa. Karena bisa jadi, hal seperti ini terjadi di tempat lain.

“Kita sudah lama tidak mendengar adanya kabar semacam ini. Sekarang muncul lagi. Tentu informasi ini menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.