Balai Riset Kemenperin Ciptakan Beragam Inovasi

Yovie Wicaksono - 2 November 2019
Kepala BPPI Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (25/10/2019). Foto : (Kemenperin)

SR, Banjarbaru – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar lebih produktif, inovatif dan kompetitif. Salah satu upayanya dilakukan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru (BRSBB) melalui hasil risetnya.

“Hasil litbang dan rekayasa yang telah diciptakan para peneliti dan perekayasa berupa prototipe alat dan produk hasil litbangyasa, antara lain alat pengaduk abon dan dodol, alat pengering pangan serba guna, spinner, alat pencelup kain sasirangan, alat pengarangan pirolisis bersuhu tinggi, serta produk papan partikel olahan kayu khas Kalimantan,” kata Kepala BRSBB Budi Setiawan di Banjarbaru, Sabtu (2/11/2019).

BRSBB merupakan satuan kerja unit pelaksana teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin yang melaksanakan riset dan pengembangan teknologi industri dengan fokus pengolahan hasil hutan bahan baku kayu maupun nonkayu. Selain itu, teknologi bahan penolong, proses produksi, serta penanggulangan pencemaran industri.

Budi menyebutkan, inovasi alat pengaduk abon dan dodol bertujuan mendukung IKM unggulan di wilayah tersebut. Keunggulan alat yang diciptakan dari riset BRSBB, yakni mampu memangkas waktu pengolahan produk pangan olahan dodol, hingga empat jam lebih cepat dibandingkan dengan proses pengolahan yang mengandalkan kekuatan bahu dan tangan manusia.

“Sementara itu, alat pengering serbaguna juga mempunyai keistimewaan mampu mengeringkan produk olahan pangan secara praktis disertai oven, serta mampu mengeringkan secara cepat dengan volume banyak sehingga tidak lagi bergantung dengan cuaca maupun mengandalkan dari terik panas matahari,” tuturnya.

Mengenai alat spinner yang dibuat oleh BRSBB, mempunyai keistimewaan karena mampu mengeringkan produk olahan pangan dengan praktis dan cepat sehingga kandungan minyak maupun air di dalam produk olahan cepat tiris dan terpisah.

Kemudian alat pencelup kain sasirangan, mempunyai keunggulan dengan memudahkan pengerajin kain sasirangan dalam proses pencelupan kain ke dalam larutan pewarna di wadah berisi air panas secara praktis dan dalam jumlah yang banyak. Hasilnya, tangan maupun kulit pengerajin terhindar dari kontak langsung dengan bahaya pewarna kain dan panasnya air rebusan yang mendidih pada saat pencelupan kain sasirangan yang bisa menyebabkan iritasi.

“Sedangkan, alat pengarangan pirolisis bersuhu tinggi mempunyai keistimewaan mampu membuat produk asap cair dari bahan kayu secara cepat karena proses pembuatannya menggunakan tekanan dan bersuhu tinggi yang dihasilkan dari kayu yang terbakar,” ujarnya. 

Papan partikel yang diolah dari beragam kayu khas Kalimantan mempunyai keistimewaan tekstur dan partikel yang kuat karena telah diuji oleh peneliti BRSBB sehingga mempunyai kekhasan dan bernilai ekonomis.

Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara menyampaikan, daya saing suatu negara ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kesiapan dalam penerapan dan penguasaan teknologi serta kemampuan untuk berinovasi.

“Melalui inovasi, transfer teknologi dan komersialisasi hasil litbang, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas industri, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Menurut Ngakan, litbang merupakan komponen penting dalam dunia industri, terutama dalam value chain (rantai nilai). Inovasi tidak hanya terkait produk, namun juga termasuk di bidang proses produksi, pemasaran, bahkan dalam pengelolaan lingkungan.

“Litbang merupakan bagian dari investasi dan mesin pembangunan (engine of development), sehingga menjadi instrumen percepatan kemajuan sebuah daerah dan bangsa untuk maju dan sejahtera. Oleh karena itu litbang mesti ditempatkan sebagai investasi jangka panjang,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.