Universitas Kristen Petra Luncurkan Platform Plasma Konvalesen

Yovie Wicaksono - 4 August 2021

SR, Surabaya – Tingginya kebutuhan dan permintaan akan plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, menggerakan Universitas Kristen Petra (UK Petra) untuk membuat sebuah platform bernama Plasma Petra,  hasil karya dari tim yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni dan dokter.

Plasma Petra yang diluncurkan pada Selasa (3/8/2021), sebagai bentuk perwujudan partisipasi gotong royong segenap sivitas akademika dalam penanggulangan pandemi Covid-19 Indonesia.

Adapun ide awal pembuatan platform ini datang dari seorang alumni UK Petra bernama Danny Gho, yang percaya bahwa UK Petra dapat menjadi salah satu solusi dari situasi ini.  Bryan Elmer Cahyadi, Marselus Richard Gianto dan Michael Wong, yang merupakan mahasiswa Informatika UK Petra mengambil peranan sebagai tim teknologi informasi.

“Latar belakang dan tujuan dari Plasma Petra ini hanya satu yaitu “menolong”, murni karena rasa kemanusiaan. Apa yang bisa dilakukan oleh UK Petra, mahasiswa, dan dosen pada saat kondisi negara kita seperti ini,” ujar Meilinda.

Melalui Program Plasma Petra, calon pendonor yang terpanggil untuk mendonasikan plasma konvalesen untuk penanganan Covid-19 dapat dipertemukan dengan orang yang membutuhkan plasma tersebut dengan lebih mudah. Platform ini dapat digunakan oleh semua orang di seluruh Indonesia.

“Kebutuhan akan plasma menghiasi Instagram, WhatsApp, dan sosial media lainnya lengkap dengan contact person yang dibuka secara umum. Tidak sedikit juga hoax dan informasi simpang siur yang bertebaran. Dengan adanya platform ini, data-data tersebut disimpan secara baik dan hanya bisa digunakan dengan ijin dari pemilik datanya, sehingga lebih aman untuk kedua belah pihak,” ujar Kepala Office of Institutional Advancement (OIA) UK Petra, Meilinda.

Di dalam platform, pengguna dapat masuk sebagai pendonor dan penerima donor. Untuk pendonor hanya dapat mendaftarkan dirinya sendiri, namun untuk penerima donor, dalam hal ini yang berperan sebagai narahubung dapat mendaftarkan lebih dari satu orang pasien. Para pengguna pun diminta mengisi form dengan jujur, yang berisi diantaranya alamat domisili, rumah sakit tempat pasien dirawat, serta golongan darah dan rhesus.

Ketua Tim Teknologi Informasi Plasma Petra, Bryan Elmer Cahyadi menjelaskan, saat ada kebutuhan donor, maka sistem akan secara otomatis menampilkan daftar rekomendasi pendonor yang cocok atau sesuai dengan kriteria pasien, mulai dari lokasi serta golongan darah dan rhesus.

Lalu, narahubung dapat memilih calon pendonor kemudian menekan tombol request, setelah itu akan muncul notifikasi pada halaman akun pendonor.

Sementara itu, pendonor nantinya juga bisa menerima dan menolak. Jika menerima, nantinya akan ada tombol untuk menghubungi narahubung yang akan langsung direct ke WhatsApp.

“Saat sudah memencet tombol hubungi, secara otomatis status pendonor tersebut akan tidak aktif, untuk menghindari penumpukan permintaan,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.