Atase Pertahanan KBRI Yangon Selamat dalam Kecelakaan Helikopter Myanmar

Yovie Wicaksono - 7 March 2020
Ilustrasi. Foto : (Anadolu Agency)

SR, Jakarta – Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha membenarkan adanya insiden kecelakaan helikopter militer Myanmar yang membawa atase pertahanan dari kedutaan besar beberapa negara sahabat di Negara Bagian Shan, Jumat (6/3/2020).

“Benar telah terjadi kecelakaan helikopter militer Myanmar yang membawa para Atase Pertahanan dari Kedutaan Besar beberapa negara,” ujarnya, Sabtu (7/3/2020).

Judha memastikan, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon yang merupakan salah satu penumpang, selamat dari kecelakaan tersebut.

“Bapak Atase Pertahanan KBRI Yangon berada dalam helikopter tersebut. Alhamdulillah beliau selamat. Seluruh penumpang dan pilot juga selamat, beberapa diantaranya mengalami luka ringan,” katanya.

Melansir Myanmar Times, peristiwa nahas tersebut terjadi saat helikopter baru saja lepas landas di Desa Kaungkha, Kutkai di Negara Bagian Shan, ketika mengalami kegagalan mekanis dan harus melakukan pendaratan darurat. Setidaknya satu dari diplomat dan tiga anggota awak mengalami luka-luka.

“Peristiwa itu terjadi 10 detik setelah helikopter lepas landas. Saya dapat mengkonfirmasi bahwa atase militer dari Thailand menderita luka-luka di tangannya,” ujar Ei Ei Toe Lwin, Kepala Staf The Myanmar Times yang berada di salah satu helikopter dari empat helikopter militer yang membawa wartawan, diplomat, dan pejabat ke konferensi pers di Desa Kaungkha.

Jenderal Tun Tun Nyi, juru bicara tim media militer Tatmadaw mengatakan helikopter itu sempat naik sekitar 30 meter dari tanah sebelum baling-balingnya berhenti berputar dan akhirnya pilot mengambil keputusan untuk mendarat.

“Karena keputusan dan keterampilan pilot yang benar, helikopter mendarat lurus. Tiga staf udara termasuk pilot mengalami luka-luka kecil,” ujarnya.

Sekedar informasi, rombongan atase pertahanan dijadwalkan untuk berkunjung ke Kutkai Township, Shan State, dalam rangka konferensi pers pengungkapan fasilitas pabrik yang memproduksi narkoba oleh Tatmadaw Myanmar. (fos/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.