Anak Punk dan Metal Nikmati Lagu-lagu Rohani di Panggung Rock For Jesus

Rudy Hartono - 27 August 2026
Salah satu grup band rock tampil menghentak membawakan lagu-lagu Rohani di panggung musik bertema Rock for Jesus di di Pos Bloc, halaman Kantor Pos Besar Surabaya, Rabu (26/8/2026) malam. (foto: debby devega/superadio.id)

SR, Surabaya —Surabaya Gereja GSJS Pakuwon Mall bersama komunitas Crossline sukses menggelar pentas musik rock bertajuk “Rock For Jesus: Saving The Lost Generation” di Pos Bloc, halaman Kantor Pos Besar Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Beberapa band yang tampil mengisi acara antara lain Remuk Kepala, Ghost of Spirit, Stone Corner, GSJS Worship, Crossline Female, Kimaru, Yusak Sudjarwo, dan Zion Drummer.  Mereka membawakan sejumlah lagu-lagu yang memadukan musik rock  dan Gospel.

Anak punk antusias menikmati alunan-alunan lagu Rohani dengan musik rock di Pos Bloc, halaman Kantor Pos Besar Surabaya, Rabu (26/8/2026) malam. (foto: debby devega/superadio.id)

Acara yang digelar gratis umum di panggung terbuka dengan sound yang kencang bisa mengundang banyak penonton. Lebih dari 100 penonton hadir menikmati lagu-lagu Rohani yang diiringi musik cadas. Penonton ada dari jemaat GSJS Pakuwon Mall, masyarakat umum, hingga anak-anak punk.

Kelompok punk menikmati alunan musik sambil jingkrak-jingkrak. Sedangkan anak-anak dan penonton lainnya menikmati dengan tenang dan sesekali ikut menirukan lirik lagu seraya menadahkan tangan ke udara.

Para penonton antusias menikmati alunan-alunan lagu Rohani seraya mengangkat lengan atau menadahkan kedua tangan ke udara sebagai isyarat pengakuan dan memohon perlindungan kepada Tuhan. (foto: debby devega/superadio.id)

Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.00 itu menjadi bukti nyata bahwa gereja hadir untuk semua kalangan. Melalui perpaduan musik rock Rohani dan Gospel penyelenggara ingin menghapus stigma bahwa gereja bersifat eksklusif.

” Rock For Jesus sengaja digelar memberikan pesan keselamatan buat teman-teman yang termarginalkan seperti anak-anak metal, anak-anak punk dan anak-anak jalanan lainnya,” kata Jack Stendry Rudolf Temaluru selaku ketua Crossline Surabaya.

Untuk mencapai tujuan itu, Bang Jack –sapaan akrab Jack Sendry—menegaskan Crossline bersedia menjadi jembatan mempertemukan  anak-anak jalanan dengan pihak gereja. “Harapan kami  gereja tidak melihat anak punk dengan pikiran negatif. Sebaliknya anak-anak juga bisa berinteraksi tanpa ragu dengan gereja,” lanjutnya.

Ketua Crossline Surabaya Jack Stendry Rudolf Temaluru atau akrab disapa Bang Jack selaku penyelenggara gelar panggung musik bertema Rock for Jesus di di Pos Bloc, halaman Kantor Pos Besar Surabaya, Rabu (26/8/2026) malam. (foto: debby devega/superadio.id)

Pilihan menggelar music rock dalam menyelipkan firman Tuhan, Bank Jack meyakini musik apapun bisa jadi pisau dengan dua sisi tajam, melukai atau menyelamatkan. “Ibarat makananan, maka ditangan koki yang tepat maka pisau itu bisa untuk digunakan sebagai alat membuat santapan yang lezat,” kata Bang Jack,”Dan saya meyakini musik itu awalnya buat Tuhan. Jadinya kami pakai semua musik untuk memuliakan nama Tuhan termasuk musik rock,” tegasnya.

Atas acara Rock for Jesus, Gembala Sidang GSJS Pakuwon Mall, Ps. Michael Gunawan, mengapresiasi dan mengatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi dan misi gereja.  “Sesuai dengan visi dan misi GSJS yaitu menjadi murid Kristus yang berdampak, maka GSJS MISI yang dipimpin Ps. Vriego Sopley dan tim semuanya boleh menjadi kendaraan untuk mewartakan kasih dan kebaikan Tuhan bagi semua kalangan, khususnya komunitas Crossline, punk dan underground. Karena kita diberkati untuk menjadi berkat, amin,” tegas Ps. Michael Gunawan.

Pemuka agama Kristen Ps. Vriego Soplely menyampaikan firman Tuhan secara singkat di sela pagelaran musik bertema Rock for Jesus di di Pos Bloc, halaman Kantor Pos Besar Surabaya, Rabu (26/8/2026) malam. (foto: debby devega/superadio.id)

Bahkan tema dari acara itu “Saving The Lost Generation”, PS Michael memastikan tema itu selaras dengan ayat Lukas 19:10: …Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

“Karena itu kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada semua kalangan masyarakat agar mereka selalu semangat berkarya dan tidak merasa terabaikan  sebagai sesama manusia mahluk ciptaan Tuhan,” pungkasnya.  (dd/dip/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.