PDI Perjuangan Jatim Buka Posko Gratis di Muktamar ke-35 NU Jombang

Rudy Hartono - 27 August 2026
Tim Baguna PDI Perjuangan Jatim inisiatif dirikan Posko Pelayanan di areal Muktamar ke-35 NU di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Posko menyediakan layanan kesehatan, snack, kopi gratis bagi muktamirin.(humas pdip jatim)

SR, Jombang – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ikut menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan membuka posko pelayanan gratis bagi para muktamirin di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Posko yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut menyediakan layanan kesehatan ringan, tempat beristirahat, makanan ringan, minuman hingga kopi secara cuma-cuma bagi para peserta Muktamar yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Rudi Afianto mengatakan, posko tersebut merupakan bentuk kegembiraan sekaligus gotong royong menyambut para kiai, nyai, santri dan Nahdliyin yang datang ke Jombang.

“Posko kami tidak besar dan apa yang kami sediakan juga sederhana. Ini bagian dari upaya kami untuk ikut berbahagia menyambut Muktamar NU dan memberikan sedikit pelayanan kepada para kiai, nyai, santri, dan muktamirin yang datang ke Jombang,” kata Rudi.

Menurutnya, banyak peserta Muktamar menempuh perjalanan panjang dari berbagai daerah. Karena itu, Baguna menyediakan tempat yang dapat digunakan muktamirin untuk beristirahat maupun memeriksakan kondisi kesehatan.

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman Baguna siap membantu. Semuanya kami siapkan dengan semangat gotong royong dan memuliakan tamu,” ujarnya.

Selain memberikan pelayanan kepada muktamirin, Baguna juga menyelipkan edukasi sederhana mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Rudi mengatakan edukasi tersebut penting karena para muktamirin berasal dari berbagai wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik risiko bencana berbeda. Mulai gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga bencana hidrometeorologi.

“Kebetulan saudara-saudara kita yang hadir di Muktamar datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kami ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang mitigasi. Tidak perlu menunggu bencana datang untuk belajar kesiapsiagaan,” katanya.

Menurut Rudi, masyarakat perlu mengenali risiko di lingkungan masing-masing, memahami jalur evakuasi dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

“Pengetahuan sederhana yang bisa menyelamatkan diri kita dan orang lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, edukasi mitigasi tersebut merupakan bagian dari kerja Baguna yang selama ini berjalan berdampingan dengan kegiatan tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan.

Serahkan Bantuan untuk Panitia

Dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU juga diwujudkan melalui bantuan kepada panitia penyelenggara.

Bantuan diserahkan pada Rabu (26/8/2026) oleh Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur KH Abdul Wahab Yahya kepada Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), yang juga Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Abdul Wahab mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kegembiraan keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur karena Jombang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar.

“Muktamar NU adalah hajatan besar para kiai, santri dan Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Kami ikut berbahagia Jombang dan Jawa Timur menjadi tuan rumah,” kata Abdul Wahab.

Ia menyadari dukungan yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan penyelenggaraan Muktamar. Namun, ia berharap bantuan tersebut tetap dapat memberikan manfaat bagi panitia.

“Apa yang kami berikan tentu tidak seberapa dibandingkan kebutuhan Muktamar, tetapi mudah-mudahan dapat ikut membantu panitia dalam melayani para muktamirin,” ujarnya.

Rudi Afianto menambahkan, semangat pelayanan di Muktamar NU tersebut sejalan dengan kerja kemanusiaan Baguna di berbagai daerah.

Ia mencontohkan pengiriman Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Kapal tersebut membawa tenaga kesehatan, obat-obatan dan berbagai kebutuhan pelayanan medis untuk mendukung tim Baguna dan relawan yang telah berada di lapangan.

“Beberapa hari lalu PDI Perjuangan juga memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Itu bagian dari semangat yang sama: ketika masyarakat membutuhkan, Baguna dan seluruh kekuatan gotong royong Partai berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan,” jelasnya.

Menurut Rudi, kerja kemanusiaan tidak selalu harus diwujudkan dalam kegiatan besar. Dalam kondisi bencana dapat berupa layanan kesehatan dan bantuan darurat, sedangkan dalam kegiatan masyarakat seperti Muktamar NU bisa diwujudkan melalui pelayanan sederhana yang dibutuhkan peserta.

“Baguna pada dasarnya ingin selalu dekat dengan kerja kemanusiaan. Tetapi khusus di Muktamar ini, kami datang untuk ikut berbahagia dan melayani. Posko kami sederhana, mudah-mudahan ada manfaatnya,” katanya.

Rudi berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, teduh dan penuh persaudaraan serta menghasilkan keputusan terbaik bagi NU, umat, bangsa dan negara.

“Sugeng rawuh di Jawa Timur, sugeng rawuh di Jombang. Selamat bermuktamar. Monggo mampir ke posko kami. Semoga seluruh muktamirin selalu diberikan kesehatan dan Muktamar membawa keberkahan serta kemaslahatan untuk Indonesia,” pungkasnya. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.