Anak Penderita Anemia dan Malnutrisi Rentan Terpapar Covid-19

Yovie Wicaksono - 19 September 2020
Ilustrasi. Foto: (shutterstock)

SR, Surabaya – Anemia menjadi salah satu penyumbang beban penyakit terbesar secara global. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan, 1,62 miliar orang atau 24,8 persen populasi global menderita anemia. Yang mengejutkan, hampir setengahnya diketahui adalah anak-anak dan ibu hamil.

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi kemampuan darah dalam menghantarkan oksigen.

Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, M. Atoillah Isfandiari mengatakan, secara umum, anemia disebabkan oleh berkurangnya sel darah merah secara signifikan. Hal itu dapat disebabkan oleh pendarahan atau hancurnya sel darah merah secara berlebihan. Selain itu, umur sel darah merah yang singkat akibat pembentukan hemoglobin juga memicu anemia.

Pada anak-anak, anemia menyebabkan imunitas menurun sehingga mudah terkena infeksi dan memiliki risiko yang sangat rentan terhadap Covid-19.

“Sel darah merah mempunyai peran untuk mempengaruhi kinerja sistem imun dalam melawan bakteri dan virus,” ungkapnya.

Selain itu, anemia juga memengaruhi tumbuh kembang anak. Dia melanjutkan, anemia memicu berat badan yang tak kunjung naik dan menurunnya nafsu makan.

Anemia juga menurunkan kemampuan belajar dan menyebabkan gangguan perkembangan kognitif pada anak. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.