Alat Bantu Penyandang Disabilitas Bukan Sekadar Alat Tapi Perpanjangan Diri

Rudy Hartono - 21 October 2025
Ilustrasi

SR, Surabaya — Di sekitar kita, mungkin sering terlihat seseorang menggunakan kursi roda, kruk, tongkat jalan, atau alat bantu dengar. Namun sayangnya, masih banyak yang belum benar-benar memahami makna dari alat bantu tersebut.

Padahal, bagi penyandang disabilitas, alat bantu bukan hanya benda pendukung aktivitas, tapi bagian penting dari identitas dan kemandirian mereka.

Menurut WHO Disability and Assistive Technology Report 2024, alat bantu atau assistive devices berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan keterbatasan fisik, sensorik, maupun intelektual. Jenisnya pun beragam mulai dari alat bantu mobilitas seperti kursi roda, kruk, dan tongkat; alat bantu penglihatan seperti kaca pembesar atau braille display; hingga alat bantu pendengaran seperti hearing aid dan cochlear implant.

Namun di balik manfaatnya, masih sering muncul kesalahpahaman di masyarakat. Misalnya, menganggap pengguna kursi roda pasti membutuhkan bantuan setiap saat, atau memegang alat bantu tanpa izin dengan niat “membantu”. Padahal, hal-hal kecil seperti itu justru bisa menyinggung. Bagi mereka, alat bantu adalah “perpanjangan tubuh” — bagian dari ruang pribadi yang tak boleh disentuh sembarangan.

Etika sederhana yang bisa kita terapkan: selalu minta izin sebelum membantu. Ucapkan kalimat seperti, “Apakah saya boleh membantu?” atau “Apa yang bisa saya lakukan untuk mempermudah?”.

Hindari langsung mendorong kursi roda, memindahkan kruk, atau mengambil tongkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Bantuan yang sopan dimulai dari penghormatan, bukan rasa kasihan.

Selain menghormati pengguna alat bantu, masyarakat juga perlu memahami bahwa teknologi pendukung kini semakin berkembang. Misalnya, smart wheelchair yang bisa dikendalikan lewat suara atau aplikasi, serta digital cane yang dilengkapi sensor untuk pengguna tunanetra.

Kemajuan ini membuktikan bahwa kemandirian penyandang disabilitas bukan hal mustahil, asal lingkungan sosialnya juga mendukung.

Kemensos RI menekankan pentingnya akses alat bantu yang merata, terutama bagi penyandang disabilitas di daerah. Masih banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan kursi roda standar, apalagi alat bantu dengan teknologi canggih.

Dukungan masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan ini. Lebih dari sekadar fungsi fisik, alat bantu adalah simbol perjuangan dan keberanian.

Menghormati alat bantu sama artinya dengan menghormati pemiliknya — menghargai  cara mereka bertahan, bergerak, dan menaklukkan dunia dengan caranya sendiri. (*/dv/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.