Aksi Tolak Omnibus Law, Ini Imbauan Legislator Jatim

Yovie Wicaksono - 10 March 2020
Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Putri Lestari. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengimbau dan meminta kepada ribuan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) yang akan menggelar demonstrasi besar-besaran di Bundaran Waru, Sidoarjo, pada Rabu (11/3/2020), untuk tidak menghambat fasilitas publik.

“Kami mengimbau massa tidak menghambat fasilitas publik. Disana (Waru, red) itu tidak ada demo saja sudah macet di jam-jam tertentu. Karena akses dari beberapa daerah di Jatim masuk ke Surabaya, sehingga jalur tersebut menjadi vital,” pinta Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hari Putri Lestari, Selasa (10/3/2020).

Perempuan yang akrab disapa Tari ini mengatakan, pada prinsipnya kalau massa buruh ingin menyampaikan aksi atau uneg-uneg, pihaknya mengaku siap menerima.

“Menurut saya, kalau menegakkan hukum, jangan melawan hukum,” tegasnya.

Tari mengakui, Omnibus Law yang telah beredar masih dalam usulan pemerintah. Kalau dibandingkan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan ada hak-hak yang dipangkas, tapi tidak semua.

“Namun, tujuan pemerintah kan menciptakan lapangan kerja. Itu diperuntukkan bagi yang belum bekerja, memberikan kesempatan yang belum bekerja. Pemerintah ini kan harus adil,” terangnya.

Meski demikian ini, Omnibus Law masih dalam tahap usulan dan masih digodok. Bahkan, Tari menegaskan bahwa perkembangan Omnibus Law telah menjadi perhatiannya. Hal ini lantaran Tari yang juga Anggota Komisi E DPRD Jatim.

“Perkembangan ini akan dibahas di komisi IX. Dan awal bahasan baru minggu ketiga. Tapi, gak apa-apa menyampaikan aspirasi itu hal yang normatif dan dijamin oleh negara untuk menyampaikan pendapat dimuka umum. Asal tidak melanggar hukum,” ujar politisi asal Fraksi PDI Perjuangan Jatim ini.

Sekedar informasi, Gerakan Tolak Omnibus Law merupakan gabungan dari LBH Surabaya, FSP LEM SPSI, KASBI, FBTPI-KPBI, FSPMI, FSBI, KPSBI, KSN, KAMIPARHO SBSI, BEM SI Jawa Timur, WALHI Jawa Timur, FSP KEP KSPI, FNKSDA, GMNI Fisip Unair, dan BEM Fisip Unair. Lalu KPA Jatim, WADAS, Kontras  Surabaya, JARKOM, P2KFI, IMM Surabaya, Kader Hijau Muhammadiyah, KSBSI, BARA API, serta LAMRI.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim Nuruddin Hidayat mengatakan, aksi yang rencananya diikuti 1000 orang ini merupakan aksi turun jalan sebagai pemanasan untuk gerakan lebih besar secara nasional pada 23 Maret mendatang.

“Aksi tanggal 11 Maret sebagai aksi massa pemanasan. Karena pada tanggal 23 Maret ada aksi lebih besar secara nasional,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.