Akademisi: Jangan Mudah Terkecoh dengan Influencer Saham!

Yovie Wicaksono - 12 September 2022
Ilustrasi. Foto: (Envato)

SR, Surabaya – Minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Akademisi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Unair (FEB Unair), Ahmad Fadlur Bayuni pun membagikan cara memilih saham yang baik dan benar, yakni menggunakan analisis fundamental untuk mengukur nilai intrinsik suatu perusahaan. Itu untuk membaca laporan keuangan, prospektus perusahaan, dokumen, serta berita-berita lain yang mendukung.

“Saya harus betul-betul menelaah sebelum membeli perusahaan tersebut,” katanya.

Analisis itu juga dilakukan mulai lingkup luas, analisis ekonomi; lingkup menengah, analisis industri; hingga lingkup sempit, analisis perusahan. Analisis tersebut penting di tengah banyaknya influencer saham.

Influencer ini sangat banyak ya apalagi di Youtube. Saya lihat adik-adik belajar di Youtube kalau ada yang mendorong untuk membeli saham tertentu, nah, ini influencer namanya,” ujarnya.

Di mata influencer, saham sama seperti produk jual beli lainnya. Bayuni resah dengan cara influencer memasarkan suatu saham.

“Banyak janji yang ditawarkan dari yang masuk akal hingga tidak masuk akal. Nah, bahayanya yang tidak masuk akal ini. Padahal produk yang mereka jual tidak sesuai dengan value-nya,” katanya

Bayuni juga menjelaskan pemikiran Warren Buffet tentang analisis fundamental yang digunakan hingga kini. Pertama, berinvestasilah sebagai owner, bukan trader. Kedua, memerhatikan nilai intrinsik perusahaan dan manajemennya. Ketiga, memilih bisnis yang sudah dikuasai dan memiliki business advantage.

Bayuni juga memberikan tips membeli saham bagi pemula. Bayuni merekomendasikan membeli saham suatu perusahaan yang produknya terkenal di masyarakat.

“Pilihlah perusahaan yang memiliki akuisisi pasar yang besar. Artinya produk mereka sudah terkenal di masyarakat. Misalnya Astra, Unilever, itu, produk mereka sudah di mana-mana,” ujarnya.

Bayuni mengatakan perusahaan terkenal memiliki likuiditas tinggi yang merupakan elemen penting dalam menilai perusahaan. Perusahaan dengan likuiditas tinggi berarti semakin banyak saham akan dibeli oleh investor.

“Semakin likuid perusahaan maka semakin kuat support dan resistance-nya. Harga saham tidak akan kurang atau melebihi itu (support dan resistance, Red). Jadi ketika terjadi krisis ekonomi harga saham akan relatif stabil,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.