Agatha : Saatnya Jatim Dorong Para Petani Giat Menanam Bawang Putih

Yovie Wicaksono - 13 February 2020
Bawang putih. Foto : (Antaranews)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan, sudah saatnya Jawa Timur mendorong para petani untuk mulai giat menanam bawang putih.

Hal tersebut mengingat hampir 95 persen kebutuhan bawang putih di Jawa Timur dipenuhi dengan cara mengimpor dari negara lain, terutama Tiongkok yang saat ini sedang mewabah virus corona. Kemudian muncul isu larangan impor yang menyebabkan rentan adanya kenaikan harga bawang.

“Coba kalau Jatim berdikari, harga bawang putih bisa lebih stabil. Kemudian mengutip perkataan Presiden Jokowi, untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor dari dampak wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Maka sudah saatnya Jatim mendorong para petani untuk mulai giat menanam bawang putih,” ujarnya.

Selama ini, kebutuhan bawang putih Jawa Timur yang mencapai 56.580 ton per tahun hanya mampu dicukupi dari produksi lokal sebanyak 3.040 ton setiap tahunnya.

Oleh sebab itu, Agatha juga mendorong Dinas Pertanian Jatim untuk segera melakukan terobosan kebijakan agar kendala yang menghambat produksi bawang putih bisa ditekan.

“Padahal kan bawang putih ini adalah bumbu dasar untuk setiap resep masakan Indonesia kok kita malah impor. Bahkan sampai 95 Persen,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini.

Bahkan, ia mengatakan, jika perlu pemerintah Jatim bekerjasama dengan para kampus pertanian yang sudah memiliki banyak penelitian terkait produksi bawang putih, agar bawang putih lokal tak kalah dengan impor.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan diharapkan lebih gencar untuk mulai mensosialisasikan bawang lokal. Kemudian satgas pangan untuk segera mengumumkan temuannya terkait adakah penimbunan bawang putih oleh importir.

“Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari. Dan ini juga yang dicita-citakan para bapak pendiri bangsa Indonesia Bung Karno, yakni berdikari di bidang ekonomi,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.