Ada Makam Mbah Jenggot Tak Jauh dari Terminal Bungurasih. Siapakah Dia?

Yovie Wicaksono - 25 September 2022
Makam Mbah Jenggot di Bungurasih Dalam, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Tak jauh dari Terminal Purabaya atau Terminal Bungurasih, terdapat makam salah satu tokoh besar yang dikeramatkan masyarakat setempat. Tepatnya di Bungurasih Dalam, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Masyarakat menyebutnya makam Mbah Ibrahim Al Jaelani, Mbah Jenggot, atau Ki Ageng Bungur.

“Dinamakan Mbah Jenggot ya barangkali karena beliaunya dulu berjenggot atau berkumpulnya dengan orang-orang berjenggot. Itu kata orang tua-tua dulu di sini. Tapi seperti apa pastinya kita tidak tahu. Sedangkan nama Ibrahim Al Jaelani ini pemberian kyai Yusuf Hasyim dari Jombang,” ujar Yusuf, salah satu warga asli setempat yang telah berusia 72 tahun ini.

Ia mengatakan, makam yang diapit oleh pohon beringin tua dan pohon bambu ini adalah sosok yang dipercaya sebagai penyebar agama. Namun tak ada yang tahu pasti tentang siapa, asal usul maupun sejarah makam tersebut atau tentang Mbah Jenggot karena minimnya data dan informasi.

“Banyak versi terkait asal usul atau sejarahnya, tapi kembali lagi, karena minimnya informasi jadi tidak ada yang tau pasti. Apa yang saya ceritakan juga terbatas, hanya sepengetahuan saya saja dari orang-orang sepuh dulu,” tegas Yusuf.

Selain makam Mbah Jenggot, terdapat pula empat makam di luar pagar yang diyakini sebagai pengikut atau murid Mbah Jenggot.

Yusuf menjelaskan, setiap hari selalu ada saja yang berziarah ke Makam Mbah Jenggot. Apalagi saat Malam Jumat Legi, peziarah berdatangan dari berbagai daerah, dengan dominasi dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Tiap tahun juga kami memperingati Haul Mbah Jenggot, yakni pada tanggal 13 bulan Suro. Selain itu, di sini juga rutin digelar istighosah,” ujarnya.

Sebagian masyarakat setempat pun saat akan menggelar acara seperti pernikahan ataupun sunatan, mereka terlebih dahulu melakukan kirim doa ke Makam Mbah Jenggot.

Sekadar informasi, makam Mbah Jenggot telah dipugar pada tahun 1996 oleh seorang yang berasal dari Banten. “Dulu itu bentuknya tumpukan bata kuno, terus saat dibangun nisan sama bata kunonya dikubur juga di dalamnya. Karena ini makam tua jadi ukurannya panjang,” pungkasnya. (fos/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.