Wabah LSD pada Sapi Meluas, Daniel Rohi Minta Pemerintah Perketat Tracing

Yovie Wicaksono - 13 February 2023

SR, Surabaya – Belum usai dengan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini peternak dihebohkan dengan wabah LSD (Lumpy Skin Disease) yang menyerang sapi di Jawa Timur.

Terpantau, penyakit kulit tersebut sudah merambah beberapa wilayah, yakni Blitar, Sidoarjo, Gresik. Bahkan di Februari 2023, Dinas Peternakan menyebut sebanyak 22 sapi di Magetan dan 3 sapi Ponorogo terdeteksi suspect LSD.

Atas hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Daniel Rohi meminta Pemerintah Provinsi Jatim perketat aliran pergerakan hewan antar wilayah.

“Pandemi LSD sudah masuk ke Jatim, ini sesuatu yang sangat mengkhawatirkan berarti secara biosecurity kita lemah,” ujarnya.

Melihat banyaknya kasus ini, kata Rohi, menjadi tanda bahwa penanganan perlu dipercepat. Pemantauan harus dilakukan sejak di peternak, jangan sampai menjadi pandemi seperti  PMK.

“Pemerintah harus menyiapkan tenaga khusus untuk mengatasi ini, harus bekerja cepat dan cerdas karena menghadapi pandemi ini tidak mudah,” jelasnya.

Lalu untuk daerah yang sudah terdeteksi ternaknya terjangkit LSD maka harus diisolasi dan dilakukan pengobatan terlebih dulu.

“Kalau sudah sampai Magetan itu harus diisolasi, membatasi pergerakan peternak dan kunjungan belantik karena bisa jadi carrier dan mengambil langkah pengobatan supaya ini cepat teratasi,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pasokan vaksin juga harus terdistribusi merata ke tiap daerah. “Kami dari komisi B akan mendukung sepenuhnya agar wabah ini bisa segera teratasi kalau vaksin kekurangan bisa berkoordinasi dengan kementerian untuk hal tersebut,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.