Vaksinasi Rabies pada Ratusan Hewan

Yovie Wicaksono - 29 September 2019
Pelayanan kesehatan hewan yang berlangsung di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Minggu (29/9/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Puluhan dokter hewan se-Kediri Raya dan Nganjuk terlibat dalam giat pemberian pelayanan kesehatan hewan yang berlangsung di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Minggu (29/9/2019).

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jatim X, drh Wiarsono Sigit mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia 2019, yang jatuh pada 28 September atau Sabtu (28/9/2019) kemarin.

Rencananya kegiatan ini akan dijadwalkan setiap satu tahun sekali. Jumlah pendaftar yang datang untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaan kali ini, ada sekitar 110 orang dan tanpa dipungut biaya.

“Dokter hewan yang dikerahkan sebanyak 50 orang dari se Kediri Raya dan Nganjuk,” ujarnya.

Jenis hewan yang diperiksa kesehatanya antara lain kucing, anjing, musang dan monyet.

Hewan yang diperiksa kesehatannya diberikan vaksinasi rabies. Sebelum diberikan vaksin rabies, terlebih dahulu hewan tersebut harus dinyatakan sehat.  Lebih lanjut ia menjelaskan, jika penularan penyakit Rabies melalui hewan ke manusia.

Dari data statistik menyebutkan, jika 98 persen penyakit rabies tertular melalui gigitan anjing. Sementara sisanya 2 persen tertular melalui terkena cakaran kera dan air liur jilatan kucing.

“Yang jelas bisa menyebabkan kematian, karena perjalanan penyakitnya melalui saraf. Makanya kalau gigitan itu dekat dengan kepala bisa cepat menyebabkan kematian,” ujarnya.

Jika sudah menggigit manusia, maka hewan itu  harus segera ditangkap untuk dikarantina, sekaligus menjalani observasi selama 14 hari. Sementara manusia yang sudah tergigit harus segera mendapatkan perawatan medis. Ia menjelaskan untuk Jawa Timur saat ini masuk dalam wilayah bebas rabies.

Meski dinyatakan telah bebas penyakit rabies, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Jawa Timur X  tetap melakukan upaya Preventif. Bahkan pada 2030 nanti, di target Indonesia bebas penyakit rabies.

Diketahui, ada beberapa daerah di Indonesia yang dikatakan  belum sepenuhnya bebas dari penyakit rabies, seperti Bali, Nusa Tenggara, Jawa Barat Banten. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.