Tradisi Nyekar saat Lebaran di Surabaya

Yovie Wicaksono - 4 May 2022
Peziarah di Tempat Pemakaman Umum Keputih, Selasa (3/5/2022). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Tak hanya saat menjelang Ramadan, tradisi nyekar atau ziarah kubur juga dilakukan sebagian masyarakat saat Lebaran.

Hal ini terlihat dari ramainya beberapa makam di Kota Surabaya pada saat Lebaran hari pertama (Senin, 2/5/2022) maupun Lebaran hari kedua (Selasa, 3/5/2022).

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih misalnya. Para peziarah yang lebih banyak datang secara rombongan, terlihat berdoa bersama di pusara keluarga tercinta.

Salah satu peziarah asal Gresik, Nur (43), nyekar ke makam saudaranya pada saat Lebaran ini, sekalian setelah mengunjungi rumah kakaknya di Surabaya.

“Karena tadi habis berkunjung ke rumah kakak saya, jadi ini sekalian nyekar ke makam saudara,” ujar ibu tiga anak ini, Selasa (3/5/2022).

Selain di TPU Keputih, peziarah juga terlihat di Makam Ngagel Rejo Surabaya. Bahkan, beberapa mobil berjajar hingga di pinggir jalan lantaran area parkir makam penuh.

Salah satu pembersih makam, Maratun (63) mengatakan, setelah salat ied selesai, banyak para peziarah yang berdatangan hingga sore hari, begitu pula pada lebaran hari kedua.

“Lebaran tahun ini Alhamdulillah yang datang banyak dibandingkan dua tahun lalu, sepi sekali,” ujar perempuan yang bekerja sebagai pembersih makam sejak 2014, menggantikan sang suami yang telah meninggal dunia.

Ramainya peziarah, menjadi berkah tersendiri untuknya dan para pembersih makam lainnya yang bermodalkan sapu lidi dan botol berisikan air yang digunakan untuk menyirami makam ini.

“Kadang ada peziarah yang memberi Rp 50 – 100 ribu setelah membersihkan makam keluarganya. Tapi kita ini pada dasarnya diberi seikhlasnya. Ya Alhamdulillah bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.