Tingkatkan Pemahaman Publik terhadap Kinerja DPR, TVR Parlemen dan KPID Jatim Gelar Lokakarya

Yovie Wicaksono - 31 May 2022

SR, Batu – TV dan Radio (TVR) Parlemen, Biro Pemberitaan Parlemen, Setjen DPR RI bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur (Jatim) menggelar lokakarya bertajuk “Membangun Sinergi antara TVR Parlemen dengan Televisi dan Radio Lokal, Upaya Meningkatkan Pemahaman Publik terhadap Kinerja DPR” di Kota Batu, Selasa (31/5/2022).

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Indra Pahlevi mengatakan, sama seperti tema acaranya, lokakarya ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam program-program penyiaran terkait dengan bagaimana informasi kinerja dan pemahaman atas kinerja dari para anggota DPR bisa tersampaikan kepada masyarakat.

“Jadi intinya bagaimana bisa menyebarluaskan kinerja DPR dari perspektif yang memang positif, di sisi lain memang ada keterbatasan dari kawan-kawan TV dan radio lokal daerah dalam rangka mengoptimalkan frekuensi yang sudah dimiliki, maka lahirlah gagasan untuk melakukan lokakarya ini,” ujarnya disela-sela lokakarya.

Menurutnya hal itu perlu dilakukan lantaran selama ini pemberitaan terkait kinerja DPR yang disiarkan di kanal YouTube maupun Facebook masih belum maksimal untuk menyerap maupun memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarkat.

“Kalau kita melihat misalkan dari YouTube viewersnya itu saat ada event-event yang saya kira sangat menarik, misalnya rapat-rapat kerja dengan Menteri Keuangan untuk membahas anggaran, tetapi ternyata yang menonton itu sedikit,” sambungnya.

Ia berharap, dari lokakarya ini nanti akan muncul dan melahirkan gagasan-gagasan kreatif dan konstruktif untuk bagaimana mewujudkan adanya sinergi dan kolaborasi sehingga nantinya informasi tersebut bisa lebih luas lagi untuk menjangkau masyarakat.

Dalam hal ini, pihaknya menjunjung tinggi program penyiaran yang sehat, dimana ungkapan “bad news is a good news” bisa dijadikan sebagai mitos belaka, masyarakat tidak lagi disuguhkan dengan berita-berita yang menakutkan dan cenderung memecahbelah bangsa, melainkan disuguhkan berita-berita positif yang membangun dan enerjik.

“Itulah terminologi dari penyiaran yang sehat, bagaimana membangun perspektif yang positif, berbangsa dan bernegara di masyarakat,” tandasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua KPID Jawa Timur, Immanuel Yosua menegaskan, penyiaran yang sehat adalah siaran yang didasarkan pada fungsi media, terutama fungsi edukasi dan informasi yang mencerahkan.

“Jadi siaran sehat adalah siaran yang berdaya cipta dan memberikan energi positif. Dan itu nanti kita akan terus berdinamika, jadi dari TV Parlemen nanti kita KPID akan mengawal proses ini sehingga sama-sama mendapat manfaat,” ujar Yosua.

Ia mengatakan, KPID Jawa Timur mendukung penuh program ini dan akan menjadi bagian dari proses ini sehingga kawan-kawan media bisa mendapatkan minimal sumber informasi sekaligus mencerdaskan masyarakat.

“Selama ini kami melihat bahwa informasi tentang anggota DPR dan kinerjanya itu masih belum berimbang. Dan kami harapkan media – media di Jawa Timur ini bisa dikembangkan semua, tau dulu TV Parlemen itu apa. Setelah tau, simbiosis mutualisme apa yang bisa dibangung. Nah dari situ, hari ini harus ada sesuatu, misalnya ikatan komitmen awal yang bersifat simbiosis mutualisme. Itu adalah goals dari acara ini. Jadi bukan sekadar seremonial apalagi habis-habisin anggaran, tidak,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.