Temukan Dugaan Praktik Pungli Retribusi Parkir, Bupati Kediri Tak Tinggal Diam

Yovie Wicaksono - 30 April 2021
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat Menemukan Dugaan Praktik Pungli Retribusi Parkir. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menemukan adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) dengan cara  memungut biaya sewa lahan parkir kepada sejumlah pengunjung yang parkir di area halaman luar kantor Dispendukcapil dan Dispenda di Jalan Raya Pamenang, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dipungut biaya penitipan sebesar Rp 2000 untuk jenis sepeda motor.

Temuan tersebut berawal dari ketidaksengajaan Bupati yang akrab disapa Dhito ini saat ia akan kembali ke  kantor, usai melakukan sidak di kantor Dispendukcapil dan Dispenda melihat adanya sejumlah pengunjung ditarik biaya retribusi parkir. 

Melihat hal itu, Dhito tak tinggal diam, ia kemudian meminta tempat parkir tersebut segera  ditutup dan setiap pengunjung yang mau keluar dari tempat parkir, tidak diizinkan untuk membayar oleh Bupati muda berusia 28 tahun ini. 

“Ini tadi ada oknum yang memback up atau mensupport bahkan katanya parkir ini setorannya ke salah satu oknum tersebut, saya akan dalami hari ini,” ujarnya.

Secara tegas, kader dari PDI Perjuangan itu meminta Satpol PP Kabupaten Kediri untuk melakukan upaya penertiban. Ia khawatir jika hal ini tidak segera diambil tindakan tegas, praktik serupa akan terjadi di wilayah lain. 

“Saya minta kepada Satpol PP hari ini juga ditertibkan. Karena kalau sudah ada pungutan-pungutan seperti ini,  kalau tidak ditertibkan ini nanti menjamur di wilayah Kabupaten. Saya nggak mau terjadi. Masak orang datang ke sini mengurus dokumen perjalanan jauh masih dipungut biaya, saya nggak mau itu terjadi,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas parkir menyebutkan jika setiap hari, uang retribusi yang didapat berkisar Rp 300 ribu. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.