Tekan Angka Intoleransi dengan Aspek Kuratif dan Preventif

Yovie Wicaksono - 15 December 2019
Doa bersama pasca serangan bom bunuh diri di GKI Diponegoro diikuti masyarakat lintas agama dan kepercayaan (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Aan Anshori mengatakan, terdapat dua aspek yang mampu menekan angka intoleransi di Indonesia, yakni aspek kuratif dan preventif.

“Kuratif berarti jangan pernah memberikan cela sedikitpun pada kelompok-kelompok intoleran itu melakukan aksi kekerasan berbasis agama. Kemudian aspek preventif yang kita tanam untuk dinikmati 10-15 tahun kemudian,” ujarnya, Sabtu (14/12/2019).

Ia mengatakan, pemerintah mempunyai porsi yang sangat besar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Aan berharap, Kementerian Agama dan Kemendikbud membuat kebijakan yang akseleratif, dimana memerintahkan kepada seluruh sekolah agar pelajar mulai dari SD hingga SMA melakukan dialog dan kunjungan ke tempat ibadah lintas iman.

“Misal satu bulan sekali, yang Kristen mengunjungi tempat ibadah orang Islam, kemudian yang Islam juga didorong untuk bisa melihat gereja itu seperti apa. Dengan cara itu, angka intoleransi kedepan akan bisa di tekan,” ujarnya.

Hal tersebut dipilih, karena intoleransi dirawat oleh kesalahpahaman-kesalahpahaman kepada agama yang lain, dan kesalahpahaman itu hanya bisa diluruhkan manakala ada dialog, ada pertemuan antar umat beragama.

“Soal kesalahpahaman dan kurang bertemu saja,” imbuhnya.

Jika ada pihak yang menyatakan bahwa hal tersebut adalah toleransi yang kebablasan, justru menurutnya orang yang berbicara seperti itu yang sebenarnya kadar Pancasila nya harus dipertanyakan.

“Orang-orang seperti itulah yang sebenarnya menurut saya itu menjadi penghalang besar bagi anak-anak atau siswa yang ingin mengetahui satu dengan yang lain. Kalau bangsa ini mau sembuh, ya harus demam dulu. Nah demam itu dalam konteks ini adalah pasti ada pihak yang berteriak. Itu hal yang wajar,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.