Tausiyah Gus Muwafiq Memaknai Nuzulul Quran Sarana Perkuat Pancasila
SR, Surabaya – Salah satu Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Gus Muwafiq mengajak masyarakat memaknai Nuzulul Quran seperti semangat Pancasila.
Hal tersebut ia sampaikan dalam tausiyah keagamaan di acara Peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jatim, Jumat (21/3/2025). “Jadi Nuzulul Quran ini jalan hidup yang dilandasi ayat Alquran. Jadi, jangan mengatakan Pancasila produk kafir,” tegasnya.
Pendakwah asal Sleman yang memiliki nama asli Ahmad Muwafiq itu menyebut, Islam sangat erat hubungannya dengan Indonesia. Banyak kata-kata bahasa arab yang akhirnya di adopsi ke bahasa Indonesia dan menjadi pedoman hingga sekarang.
Seperti ra’iyyah dalam bahasa arab yang memiliki arti menggembala merujuk pada orang awam yang menjadi unsur penting dalam pemerintahan. Kata ini diadopsi ke bahasa Indonesia dengan nama “rakyat” yang dipakai hingga saat ini.
Maka, lanjutnya, tak ada alasan menganggap Pancasila tak selaras dengan Islam. Nilai-nilainya pun berdasar pada Al-Quran. Seperti sila pertama yang mengutamakan Tuhan, begitu juga pada Al-Quran.
“Bangsa ini paling mengandalkan sifat yang berasal dari ketuhanan. Setelah itu urusan manusia, maka Indonesia mengatur sistem kemanusiaan setelah Tuhan. Setelah kemanusiaan manusia gak bisa hidup sendiri maka diatur Persatuan,” ucapnya.
Ia pun mengapresiasi PDI Perjuangan yang sejak dulu kokoh menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan terus menyebarkannya hingga sekarang.
“Maka kalau PDI selalu mengucapkan Pancasila harus dibela sampai mati. Itu adalah keharusan bagaimana kita menjadi bangsa Indonesia, walau berbeda harus tanggung jawab,” tuturnya.
Namun ia mengingatkan, agar partai yang identik dengan slogan partainya wong cilik itu betul-betul mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Terus bertanggungjawab mengurus rakyat kecil bukan sekadar seremoni.
“Urusan wong cilik ini banyak, katanya PDI Perjuangan ngurus wong cilik, makanya untuk ngurus manusia ini, yang penting cuma satu jangan lupa kalian nantinya ‘pulang’, suatu saat akan ‘pulang’ (kepada Sang Pencipta –Red),” jelasnya.
“Semoga PDI Perjuangan barokah, PDI perjuangan bermanfaat, dan puasa kita hari ini jadi puasanya orang bertaqwa,” tandasnya. (hk/red)
Tags: Anak yatim, gus muwafiq, janda, Nuzulul Qur'an, pdip jatim, superradio.id, Tausiyah
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





