Tanggapan Mahfud MD Terkait Pembebasan Ravio Patra

Yovie Wicaksono - 25 April 2020
Menko Polhukam Mahfud MD ketika melakukan video conference di Jakarta, Jumat (27/3/2020). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan turut bergembira atas dibebaskannya Ravio Patra setelah melalui proses yang agak mengkhawatirkan bagi sebagian orang. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membuat pernyataan-pernyataan yang provokatif.

“Mari kita sama-sama belajar, untuk masyarakat sipil, untuk masyarakat supaya juga berhati-hati membuat pernyataan-pernyataan yang provokatif. Harus jujur lah, sekarang di tengah-tengah masyarakat banyak sekali berita-berita yang sangat provokatif mengajak masyarakat ini ribut, itu tidak bisa diingkari,” kata Mahfud MD pada video Press Update, Sabtu (25/4/2020).

Selain itu, Mahfud mengingatkan untuk selalu menjaga gawai pribadi kita agar tidak mudah diretas oleh orang lain. Pasalnya, banyak orang-orang yang ingin menyembunyikan diri dengan cara meretas orang lain.

“Akun kita itu supaya dijaga dengan sebaik-baiknya agar tidak mudah diretas karena banyak orang-orang yang brutal itu kalau ingin menyembunyikan diri salah satunya dengan cara meretas punya orang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, hal ini juga menjadi pelajaran untuk aparat. Namun, menurutnya aparat juga sudah menahan diri.

“Kita kan menahan diri juga, sampai kita mengatakan kalau tidak ada bukti-bukti yang kuat, ya anggap saja itu sebagai kritik,” kata Mahfud.

“Saya kira, kami, pemerintah juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan adanya kritik, kritik itu tidak dibunuh. Tetapi di antara gelombang kritik itu tidak dipungkiri ada yang memang mau merusak. Tidak pernah mau membuat penilaian yang objektif,” lanjutnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengajak seluruh lapisan, baik masyarakat maupun aparat untuk bersama-sama menjaga negeri ini.

“Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat sipil yang kemudian ramai-ramai membela Mas Ravio. Oleh sebab itu kita harus hati-hati, untuk aparat maupun untuk masyarakat sipil, mari kita bersama-sama bekerja sama untuk negara ini,” katanya.

Sekedar informasi, aktivis muda sekaligus peneliti kebijakan publik Ravio Patra sempat diamankan oleh Polda Metro Jaya pada Rabu malam (22/4/2020) setelah diduga menyebarkan pesan berisi hasutan dan ujaran kebencian.

Namun, pesan yang beredar melalui akun WhatsApp Ravio terjadi setelah ponselnya diretas oleh pihak yang tidak diketahui.

Ravio Patra akhirnya dibebaskan oleh penyelidik Polda Metro Jaya dengan status sebagai saksi pada Jumat (24/4/2020), pukul 08.30 WIB, karena polisi tidak menemukan adanya bukti permulaan yang cukup untuk menjerat Ravio. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.