Kemenko Polhukam Bentuk Tim Respon Ancaman Siber untuk Lindungi Sistem Informasi Sensitif

Yovie Wicaksono - 15 September 2022

SR, Jakarta – Mencermati eskalasi ancaman serangan siber yang akhir-akhir ini semakin meningkat dan menyasar pada lembaga pemerintahan, maka perlu segera dibentuk Tim Respon Ancaman Siber Kemenko Polhukam (CSIRT). Tim ini untuk melindungi sistem informasi dan data-data sensitif Kemenko Polhukam.

Demikian pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang dibacakan oleh Sekretaris Kemenko Polhukam Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso pada acara Peresmian Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Kemenko Polhukam di Jakarta, Rabu (14/9/2022). 

“Tim ini dapat mengambil tindakan secara cepat untuk mencegah, mengatasi dan mitigasi data apabila terjadi insiden siber,” kata Sesmenko Polhukam. 

Teguh mengatakan, pembentukan Tim Respon Ancaman Siber Kemenko Polhukam ini nantinya akan menjadi ujung tombak dalam menangkal dan mengamankan seluruh sistem informasi dan data-data serangan siber melalui koordinasi intensif dengan badan-badan pengamanan siber lainnya sesuai prosedur tanggap insiden yang berlaku. Selain itu untuk memperoleh informasi terkait prediksi dan tren siber yang sedang berkembang saat ini. 

“Namun patut disadari bahwa penanganan kejahatan siber diperlukan pemikiran dan langkah-langkah maju yang komprehensif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan berbagai pihak seperti TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga Pemerintahan, para pakar, akademisi, serta pemberdayaan komunitas siber secara bersinergi dan kolaboratif untuk membangun ruang siber yang aman dan kondusif,” kata Teguh Pudjo Rumekso. 

Menurut mantan Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman ini, tim juga akan terus menerus berbenah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana TIK pendukungnya, dengan tujuan agar dalam penanganan siber dapat dituntaskan secara terstruktur, terencana, dan implementatif, antara lain melalui pemahaman penanganan tata kelola dunia siber di Indonesia, baik di Kementerian/Lembaga dan non-lembaga pemerintah, swasta, serta masyarakat komunitas Dunia Siber. 

“Saya harapkan semua pihak melakukan koordinasi secara lintas sektoral dalam penanganan siber ini, sebab apabila masing-masing pihak telah mampu melindungi secara maksimal, maka secara keseluruhan Indonesia akan siap dalam menghadapi cyber crime maupun cyber warfare,” kata Teguh. 

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Kemenko Polhukam Nizhamul mengatakan persiapan SDM Tim Tanggap Insiden Siber Kemenko Polhukam telah dilakukan sejak tahun 2022, dimana kualitas sumber daya manusianya menjadi fokus utama. Selain itu, SDM yang dibentuk tidak terlepas dari asistensi BSSN yang telah memiliki kemampuan di bidang cyber security. 

“Guna mendukung dan mengoptimalkan hasil kerja dari Tim Respon Ancaman Siber Kemenko Polhukam, telah dilakukan persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak, termasuk media penyampaian laporan insiden siber melalui website POLHUKAM-CSIRT, yaitu csirt.polkam.go.id,” kata Nizhamul. 

Dikatakan, Tim Respon Ancaman Siber Kemenko Polhukam terus melakukan research dan pengembangan sehingga tata kelola keamanan siber di lingkungan Kemenko Polhukam diharapkan mampu mengakselerasi terbangunnya sistem mitigasi, manajemen krisi dalam setiap penanganan insiden siber. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.