Suroan, Bersih-bersih Desa di Pesarean Eyang Kudo Kardono Surabaya

Rudy Hartono - 15 July 2025

SR, Surabaya – Memperingati Tahun Baru Jawa 1 Suro 1959 Saka, Pesarean Kudo Kardono kembali menyelenggarakan Bersih-bersih Desa dan Pagelaran Wayang Kulit. Dalam Bersih-bersih Desa juga dilaksanakan gelar kirab pusaka dan juga bakti sosial, di areal pesarean di Jalan Cempaka 25, Kecamatan Tegalsari, Surabaya,  Sabtu (12/7/2025).

Merti desa atau merti bumi (bersih bersih desa –Red) dilakukan untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah menyediakan bumi yang telah memberikan bahan makan dan air bagi kehidupan kita manusia,” kata Mayor Slamet, Pengurus Pesarean Kudo Kardono.

Ratusan warga sekitar maupun luar wilayah Kecamatan Tegalsari berdatangan, karena Pesarean Eyang Kudo Kardono tidak pernah sepi pengunjung, terlebih ketika ada acara khusus yang diselenggaraka pengelola/juru kunci pesarean.

“Kudo Kardono  merupakan panglima perang Majapahit. Di masa pemerintahan  Raja Jayanegara atau Kalagemet, ia berhasil memimpin penumpasan  pemberontakan Ra Kuti. Berkat jasanya, Kudo Kardono mendapat hadiah tanah perdikan di Sungai Asin (sekarang Kaliasin-Red), tempat pesarean berada saat ini,” terang Sri Dewi Maya, salah seorang Juru Kunci PesareanE yang Kudo Kardono.

Untuk memeriahkan perayaan tahun  baru Jawa, Pesarean Kudo Kardono gandeng kesenian jaranan yang tampil atraktif. Ratusan penonton terhibur dan membuat kalangan melingkar di ruas jalan Cempaka.

Adapun Pusaka Eyang Kudo Kardono  berupa dua bilah tombak mulai dikirab sejauh kurang lebih 1 kilometer sekitar pukul 16.00 WIB.  Selain pusaka 2 tombak, kirab pusaka juga memberi ruang bagi pusaka yang lain untuk   ikut serta dalam kirab.

Setelah kirab lantas dibacakan wedar sesaji (makna) dari pernak-pernik kirab dan juga tumpeng yang akan dibagikan kepada masyarakat. Wedar sesaji dibacakan oleh Romo Budi.

Usai wedar sesaji kirab pusaka, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Romo Budi dan ujung tumpeng diserahkan kepada Juru Kunci Pesarean Kudo Kardono, Sri Dewi Maya. Ujung tumpeng dibawa ke dalam Pesarean Kudo Kardono dan 2 pusaka dikembalikan ke tempatnya, di sisi kiri dan kanan pintu makam Kudo Kardono.

Puncak acara bersih desa ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Ketentreman”, oleh dalang Ki Rendra Adam Nugroho, di pelataran dalam Pesarean Kudo Kardono. Gunungan wayang diserahkan oleh Juru Kunci Pesarean Kudo Kardono, Sumali kepada dalang Ki Rendra.

“Dengan lakon Wahyu Ketentreman, harapannya setelah selesai kegiatan ini, keluarga kita semuanya  bisa hidup tentram, damai, santosa, dan mendapat rejeki yang  berkah dari Tuhan Yanh Mahaesa,” harap Mayor Slamet mengakhir sambutannya. (lia/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.