SMA Kertajaya Kembangkan Bakat Anak Disabilitas dengan “Kelas Inklusi”

Yovie Wicaksono - 10 June 2021

SR, Surabaya – SMA Kertajaya yang bertempat di Jalan Juwingan nomor 1B, Surabaya membangun semangat anak disabilitas dengan membuka Kelas Inklusi untuk tahun ajaran baru 2021-2022.

Kepala Sekolah, Samini mengatakan, pada Kelas Inklusi ini, disamping pendidikan formal, dirinya ingin lebih mengembangkan keterampilan dan bakat tiap siswanya agar dapat bersaing dengan siswa reguler di dunia kerja. Sehingga pada awal pendaftaran akan dianalisa terlebih dahulu untuk selanjutnya diarahkan ke salah satu dari 4 kelas pilihan bakat disana. Adapun ragam disabilitas yang diterima adalah tuna netra, tuna daksa, slow learning, dan tuna grahita.

“Karena biasanya anak-anak yang berkebutuhan khusus itu lebih banyak ke keterampilan, jadi sesuai program kita kalau Kelas Inklusi itu ada kelas bakat, kelas bakatnya itu disesuaikan dengan bakat anak-anak. Ada kelas kerajinan dan desain, konten creator, podcast, memasak, dan kecantikan, dan alhamdulillah dari 4 jenis yang kita munculkan itu, kita dari segi SDM maupun prasarana sudah siap,” ujar Samini, Rabu (9/6/2021).

Samini menyebut, pada awalnya niat membentuk program ini muncul setelah dirinya melihat di Surabaya masih sedikit sekolah jenjang SMA yang memiliki siswa inklusi di dalamnya, dan hal ini juga dirasakan oleh teman-teman tuna netra yang ditemuinya pada Januari lalu. Sehingga dengan adanya Kelas Inklusi diharapkan dapat meringankan beban dan membantu anak-anak inklusi yang sebelumnya ingin bersekolah namun terganjal biaya dan fasilitas.  

“Sebenarnya kalau keinginan sudah lama, tapi ketika melihat saat Januari bertemu teman-teman yang tuna netra dan banyak yang tidak sekolah karena kondisi, mungkin belum banyak yang mewadahi. Lalu kita lihat dari SMA juga belum banyak yang mewadahi anak-anak yang inklusi maka kita membuka mulai tahun ini, itupun prosesnya sangat cepat 2 minggu kita langsung membuat program dan open recruitment guru,” ungkapnya. 

Terkait pembelajaran, ia mengatakan akan melakukan tatap muka namun dengan sistem rolling, dimana per hari hanya 30 siswa dengan berkoordinasi bersama Dinas terkait, dan melakukan protokol kesehatan yang ketat.

“Inklusi tidak bisa kalau daring, InsyaAllah kita tetap jalan untuk tatap muka nanti kita menyiapkan kelasnya protokol kesehatan tetap jalan, kita juga sering berkoordinasi dengan dinas terkait hal ini,” imbuhnya.

Selain itu, untuk pengaturan kelas dirinya akan melakukan koordinasi dengan SMP yang sebelumnya menangani anak inklusi tersebut. Setelah itu barulah dilakukan seleksi penentuan apakah anak itu dapat ditempatkan bersama siswa reguler atau di kelas khusus inklusi.

“Nanti kita kan harus mengidentifikasi anak-anak yang sekiranya bisa kita gabungkan dengan umum untuk akademik, nanti sekiranya harus kelas sendiri kita bedakan. Atau nanti misalnya reguler bisa mencapai grade 8 dan anak inklusi mencapai 5, nah di tengah perjalanan ketika dalam satu perjalan sudah panas pikirannya, kita tarik untuk masuk ke kelas sendiri dengan guru pembimbingnya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, meskipun kuota penerimaan kali ini berjumlah 20 siswa dan bertempat di Surabaya namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima anak yang berasal dari luar Surabaya asalkan tidak kesulitan menuju lokasi sekolah.

“Awalnya kita rencana menampung 20 siswa inklusi, tapi tidak menutup kemungkinan kalau lebih dari itu kita terima saja. Kita menerima siswa dari mana saja, dari luar kota juga boleh, dari mana pun kita terima selagi itu siswa nya bisa sampai tempat tujuan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, untuk pendaftarannya, SMA Kertajaya menyediakan 3 opsi yakni melalui online, datang langsung ke lokasi, atau dapat menghubungi melalui Whatsapp di nomor 08113420021. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.