Hoaks dan Disinformasi Terkini

Yovie Wicaksono - 30 May 2020
Ilustrasi

SR, Surabaya – Banyak beredar informasi dan berita palsu (hoax) oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab di dunia maya, terlebih terkait dengan virus corona (Covid-19).

Jika tidak berhati-hati dan teliti, seringkali masyarakat mudah termakan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Adapun beberapa hoax maupun disinformasi yang berhasil kami rangkum diantaranya adalah ;

1. Penggunaan Masker Wajah dalam Waktu Lama dapat Menyebabkan Hiperkapnia

Penjelasan :

Telah beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim bahwa memakai masker wajah untuk waktu yang lama dapat menyebabkan hiperkapnia, suatu kondisi yang disebabkan oleh penumpukan karbon dioksida dalam darah.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya klaim tersebut menyesatkan. Pakar kesehatan di Thailand mengatakan bahwa pada Mei 2020 tidak ada bukti memakai masker untuk waktu yang lama dapat menyebabkan hiperkapnia.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://factcheck.afp.com/myth-circulates-online-prolonged-use-face-masks-can-cause-hypercapnia

 

2. Dua Orang Positif Covid-19 Meninggal di Selorejo Kota Malang

Penjelasan :

Beredar pesan berantai di media sosial platform WhatsApp yang menyebutkan bahwa ada 2 pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Jalan Selorejo RW 8, Kelurahan Lowokwaru Kota Malang.

Faktanya, Ketua RW 08 Kelurahan Lowokwaru Kota Malang, Siswanto menyatakan bahwa pesan tersebut tidak benar. Siswanto menjelaskan, sebelumnya memang ada warga Selorejo yang bernama Hj Rodiyah meninggal dunia namun bukan karena Covid-19, melainkan karena mengidap penyakit kanker darah.

Adapun pasien positif Covid-19 yang meninggal tersebut adalah salah satu takmir Masjid di Jalan Ciliwung Kelurahan Purwantoro, dan kebetulan meninggalnya dan pemakamannya bersamaan dengan Almarhum Hj Rodiyah di TPU Balehan Barat.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.malangpostonline.com/Malang-Raya/Kota-Malang/2020-05/38349/dua-orang-positif-covid19-meninggal-di-selorejo-kota-malang-ketua-rw-itu-hoax

 

3. Obat Covid-19 Tocilizumab Bisa Sembuhkan 90 Persen Meski Kondisi Pasien Kritis

Penjelasan :

Beredar informasi ilmuwan telah menemukan obat penyakit yang dipicu Virus Corona namanya Tocilizumab. Kabar tersebut diunggah dalam artikel berjudul “Alhamdulillah,Ilmuan Temukan Obat Baru Untuk Virus C0R0NA, Sembuhkan 90% Meski Kondisi Pasien Kritis” yang dimuat salah satu situs media online.

Setelah dilakukan penelusuran, klaim bahwa Tocilizumab adalah obat yang 90 persen bisa menyembuhkan infeksi Virus Corona meskipun pasien dalam kondisi kritis belum bisa dibuktikan. Penelitian mengenai efektivitas obat nyeri sendi ini dalam perawatan pasien Covid-19 masih dilakukan oleh sejumlah ilmuwan, baik di Cina maupun di AS.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4262862/cek-fakta-obat-covid-19-tocilizumab-bisa-sembuhkan-90-persen-meski-kondisi-pasien-kritis

https://www.msn.com/id-id/news/other/5bfakta-atau-hoaks-5d-benarkah-tocilizumab-adalah-obat-yang-90-persen-bisa-sembuhkan-covid-19-meski-pasien-kritis/ar-BB14Hx7n

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-disinformasi-kabar-obat-tocilizumab-bisa-sembuhkan-pasien-covid-19.html

 

4. Motor Terbakar di Jember Gara-gara Hand SanitizerPenjelasan :

Beredar di sosial media Facebook sebuah unggahan video yang menampilkan sebuah motor yang terbakar. Unggahan video tersebut disertai dengan narasi “Kejadian masuk Jl. Doho Jember. Gara -2 Hand Sanitizer dimasukkan dlm jok spd motor. Krn panas meledak, trus terbakar…”

Dikutip dari detikNews.com, bahwa yang benar di dalam caption hanyalah lokasinya saja. Selebihnya adalah hoaks. Tidak benar bahwa motor tersebut terbakar gara-gara hand sanitizer di dalam jok motor. Penyebab kebakaran motor tersebut diduga karena korsleting listrik.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5031926/motor-terbakar-di-jember-gegara-hand-sanitizer-hoaks

 

5. Ajakan Tidak Mendatangi Mall Karena Bahaya Jamur AC yang Menyebabkan Kematian

Penjelasan :

Beredar informasi di media sosial WhatsApp  dengan narasi, “Mengerikan bukan covid sj yg membunuh manusia tp jamur2 dlm ac yg terhirup oleh kita yg merusak paru2 hati2 ya teman”.

Dilansir dari antaranews.com,  klaim yang menyatakan bahwa jamur dalam AC dapat menyebabkan kematian secara langsung adalah tidak benar. Penyakit paru yang disebabkan oleh jamur itu dikenal sebagai histoplasmosis dan  penyakit itu bisa menjadi penyakit kronis yang mengancam nyawa seseorang. Hanya saja, histoplasmosis tidak ditularkan melalui AC.

Penderita histoplasmosis biasanya terpapar jamur yang berada pada kandang ayam dan merpati, lumbung tua, taman dan gua yang merupakan tanah basah dan kaya bahan organik, terutama kotoran dari burung dan kelelawar. Dengan demikian, narasi yang menyatakan bahwa jamur dalam AC dapat menyebabkan kematian secara langsung adalah informasi yang tidak tepat atau keliru.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.antaranews.com/berita/1521796/jamur-ac-bisa-langsung-bunuh-manusia-ini-penjelasannya

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200528114025-4-161457/viral-ajakan-tak-ke-mal-ternyata-begini-faktanya

 

6. Seluruh Petugas Laboratorium UNAIR Positif Covid-19

Penjelasan :

Beredar pesan berantai melalui media sosial WhatsApp yang menginformasikan bahwa seluruh petugas laboratorium Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya positif Covid-19 dan mengakibatkan laboratorium lumpuh.

Dilansir dari medcom.id Klaim bahwa seluruh petugas laboratorium atau lab di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur, positif tertular Virus Corona atau Covid-19, adalah salah. Faktanya, tidak semua petugas lab UNAIR yang tertular virus Corona dan lab tetap beroperasi dengan pembatasan penerimaan sampel.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Suko Widodo menjelaskan pihaknya terpaksa membuat kebijakan pembatasan layanan pengujian sampel swab PCR pendeteksi Covid-19. Hal itu buntut dari sejumlah petugas lab positif terpapar Virus Corona.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ZkeB1J5K-seluruh-petugas-laboratorium-unair-positif-covid-19-ini-faktanya

https://tirto.id/unair-konfirmasi-soal-tenaga-laboratorium-itd-terpapar-covid-19-fC7r

 

7. Garam Dapur Bisa Atasi Batuk dan Bunuh Virus Corona

Telah beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa garam dapur memiliki manfaat untuk mengatasi batuk berdahak dan bahkan bisa membunuh Virus Corona penyebab Covid-19.

Faktanya, informasi dalam postingan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari laman situs Kompas.com, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menegaskan bahwa garam dapur bisa membunuh Virus Corona dan menyembuhkan batuk berdahak adalah hoaks. Ia mengatakan, garam dapur tidak bisa menyembuhkan batuk berdahak apalagi membunuh Virus Corona.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/28/100200365/-hoaks-garam-dapur-bisa-atasi-batuk-dan-bunuh-virus-corona?page=2

 

8. Jalur Pendakian Gunung Penanggungan Via Jolotundo Telah Dibuka

Penjelasan :

Beredar sebuah gambar berbentuk infografis yang memberikan keterangan bahwa jalur pendakian di Gunung Penanggungan dan Bekel via Jolotundo Jawa Timur telah dibuka kembali untuk para pendaki pada 27 Mei 2020.

Faktanya informasi tersebut adalah tidak benar dan bukan berasal dari sumber kredibel. Pada akun Instagram@penanggungan_bekel dijelaskan bahwa informasi dibukanya jalur pendakian Jolotundo tersebut hoaks dan bukan berasal dari Pos Pendakian Gunung Penanggungan. Diketahui bahwa jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo telah ditutup pada tanggal 20 Maret 2020 dan hingga saat ini belum dibuka kembali sampai waktu yang belum ditentukan.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.instagram.com/p/CApL3otlBrf/?igshid=1dn6cqy6pcqr

https://www.instagram.com/penanggungan_bekel/

 

9. Kemendikbud Buka Kembali Sekolah pada Bulan Juli

Penjelasan :

Beredar di media sosial Facebook sebuah artikel yang berjudul “Kemdikbud buka kembali sekolah pada pertengahan Juli”.

Faktanya setelah ditelusuri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyanggah pernyataan yang mengatakan bahwa sekolah akan dibuka kembali pada ajaran baru bulan Juli 2020.

Namun ternyata pernyataan tersebut bukanlah statement resmi yang dikeluarkan oleh Mendikbud. Bahkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa pernyataan tersebut tidaklah benar.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.tribunnews.com/nasional/2020/05/26/beredar-kabar-sekolah-dibuka-lagi-bulan-juli-mendatang-mendikbud-itu-tidak-benar

https://kaltim.tribunnews.com/2020/05/26/news-video-jawaban-tegas-mendikbud-nadiem-makarim-soal-jadwal-masuk-sekolah-juli-2020

https://news.detik.com/berita/d-5026059/kabar-sekolah-dibuka-juli-mendikbud-itu-tidak-benar

 

10. Bakteri Jadi Penyebab Kematian pada Pasien Covid-19

Penjelasan :

Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa bakteri yang menjadi penyebab kematian pada pasien positif Virus Corona Covid-19. Narasi pada unggahan adalah “Dokter Italia, tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO, untuk tidak melakukan otopsi pada kematian Coronavirus dan mereka menemukan bahwa BUKANLAH VIRUS, tetapi BAKTERIlah yang menyebabkan kematian. Ini menyebabkan gumpalan darah terbentuk dan menyebabkan kematian pasien”.

Dilansir dari Liputan6.com, klaim bakteri yang menjadi penyebab kematian pada pasien positif Virus Corona Covid-19 tidak benar.  Virus Corona merupakan keluarga besar Virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu.

Menurut  Direktur rumah sakit LNJP Delhi, dr Suresh Kumar, mengatakan bahwa klaim tentang penyebab utama kematian pada Covid-19 adalah trombosis atau gumpalan darah dan bukan pneumonia juga tidak benar. Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan trombosis adalah penyebab utama kematian untuk pasien Covid-19.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4263338/cek-fakta-tidak-benar-bakteri-jadi-penyebab-kematian-pada-pasien-Covid-19?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.