Museum De Javasche Bank: Belajar Sejarah Bank di Surabaya
SR, Surabaya – Museum De Javasche Bank menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang ada di Kota Surabaya. Sebulan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke museum bank tertua di Surabaya ini mencapai 6000 orang.
Rizki, pengelolah museum De Javasche Bank, Selasa 13 Oktober 2026 mengatakan, pengunjung berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari komunitas, masyarakat umum, khususnya para pelajar, yang ingin mengetahui sejarah perbankan.
“Mayoritas visitor yang kesini, ingin tahu sejarah perbankan. Dan sejarah perkembangan uang dari masa ke masa,” ujarnya.
Para pengunjung, biasanya menaruh minta saat melihat koleksi uang dari tahun tahun lampau, baik uang logam maupun uang kertas. Selain itu, gedung atau bangunan museum sendiri juga memiliki sejarah tersendiri, yang didalamnya juga masih terdapat peralaran perbankan.
“Disini yang dikunjungi memang pertama koleksi uang, kemudian terkait moneter. Salah satu keunikan De Javasche Bank ini yang mungkin belum masyarakat ketahui juga ada CCTV jaman dulu,” katanya.
Sebagai salah satu pengampu bidang pariwisata, Komisi VII DPR RI mendorong pengembangan museum, seperti museum De Javasche Bank. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono berharap, museum semakin digemari pengunjung.
“Saya bisa melihat kinerja perbankan pada waktu lalu, ini perbankan nasional pada saat Hindia Belanda. Ini sangat bermanfaat untuk kepentingan edukasi publik, terutama generasi muda kita,” terangnya.
Di museum ini, terdapat histori layanan perbankan, mesin mesin pencetak uang, hingga koleksi mata uang yang pernah digunakan untuk transaksi. Menurut Bambang Haryo, dapat menjadi pengetahuan baru, khususnya para pelajar saat ini.
“Kita harapkan semua bisa datang ke museum ini, untuk memanfaatkan edukasi publik mengenai sejarah perbankan masa lalu. Begitu juga turis turis mancanegara, bisa hadir mengunjungi museum ini,” ucapnya.
Meski demikian, Bambang Haryo menekankan adanya salah satu layanan di museum ini kedepannya. Seperti rest area, yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk makan dan minum, sebagaimana museum yang ada di Jepang. (*/rri/red)
Tags: museum de javasche bank, sejarah perbankan, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





