Seniman Sidoarjo Berprestasi dan Berkelas Dunia Raih “Munali Patah Award”

Rudy Hartono - 25 September 2025
Suwandi Widianto (tengah), musisi dan komponis lagu berskala internasional asal Sidoarjo mendapat predikat Seniman Berprestasi dalam Munali Patah Award di Balai Desa Banjar Kemantren, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/9/2025) malam. (foto: anton/superradio.id)

SR, Sidoarjo – Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) memberikan penghargaan Munali Patah Award kepada tiga seniman terbaik Sidoarjo, di Balai Desa Banjarkemantren, Minggu (22/9/2025). Mereka itu Suwandi Widianto sebagai Seniman Berprestasi, kemudian Sultan Putra Gilang diberi predikat sebagai Seniman Muda Berprestasi, dan Supi’i, seniman senior usia 87 tahun yang dianugerahi  sebagai Pegiat Seni Budaya.

Kiri ke kanan: Kades Banjar Kemantren Erni Filliawati, Dr Autar Abdillah (juri), Suarmin (juri), Suwandi Widianto, Putra Gilang, Supii, Ribut Wijoto (Ketua Dekesda), Camat Buduran  Syamsu Rizal, malam pemberian Munali Patah Award di Balai Desa Banjar Kemantren, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/9/2025) malam. (foto: anton/superradio.id)

“Alhamdulillah, kami menemukan tiga seniman berprestasi, tapi bukan berarti yang lainnya tidak berprestasi. Kebetulan saat ini ada tiga orang yang masuk dalam kategori kuratorial atau penjurian untuk penghargaan Munali Patah,” kata Dr Autar Abdillah sebagai ketua dewan juri saat membacakan surat keputusan penjurian. Keputusan itu juga ditandatangani juri lainnya, Dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilawatikta (STKW) Surabaya Suarmin MSn  dan Praktisi seni tari Dr Arief Rofiq MSi.

Menurut Autar, warga Sidoarjo patut bangga karena banyak sekali seniman-seniman potensial yang patut diberikan penghargaan. Bahkan  beberapa di antara seniman itu sudah berkiprah di dunia. “Kami berharap pemberian penghargaan ini bisa menjadi pemicu kita untuk semakin gencar menghidupkan kesenian yang luar biasa di Sidoarjo,” imbuh dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dijelaskan Autar tentang sedikit prestasi pemenang, Suwandi Widianto merupakan  musisi yang juga seorang komponis berskala internasional. Suwandi sudah bolak  balik diundang ke berbagai negara untuk pentas. Suwandi juga beberapa kali menerima penghargaan tingkat Jawa Timur maupun tingkat nasional.

Sementara itu, Sultan Gilang Putra, dianugerahi sebagai Seniman Muda Berprestasi karena  kepiawaiannya dalam bidang seni rupa. Karya-karya lukis Gilang Putra sering dipamerkan ke luar negeri seperti Jepang juga dipamerkan di Arjog, sebuah event seni rupa kontemporer yang sudah tingkat nasional.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo Ribut Wijoto (kiri) saat memberi ucapan selamat kepada Seniman Muda Berprestasi: Sultan Putra Gilang di malam pemberian Munali Patah Award di Balai Desa Banjar Kemantren, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/9/2025) malam. (foto: anton/superradio.id)

Sedangkan Supi’i mendapatkan penghargaan untuk kategori Pegiat Seni Budaya karena hampir seluruh hidupnya didedikasikan sebagai perajin  wayang kulit. Supi’I yang berusia 87 tahun tidak hanya melayani pemesanan wayang kulit Gagrak Porongan tapi juga wayang kulit Jawa Tengah-an.

Terkait Munali Patah Award, Ketua Dekesda Sidoarjo Ribut Wijono menerangkan bahwa penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok orang yang telah berkontribusi positif bagi perkembangan seni dan budaya Kabupaten Sidoarjo. “Penamaan Munali Patah Award adalah mengenang sosok legenda atau  maestro stari Remo yang lahir, dewasa, terkenal dan meninggal tahun 2004 di Desa Banjar Kemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo,” kata Ribut. “Ketokohan Munali  bisa disejajarkan bahkan pernah satu kelompok dengan Cak Durasim. Perbedaannya, Cak Durasim karena sebagai seniman ludruk, sedangkan Munali Patah lebih terkenal karena seni tari Remo,” imbuh Ribut.

Tari Remo karya (almarhum) Munali Patah masih dilestarikan dan dipertontonkan kepada publik. (tangkapan layar youtube)

Lebih jauh Ribut memaparkan karya tari remo Munali sangat terkenal. Bahkan pernah menciptakan karya tari Cokro Negoro yang merupakan permintaan Bupati Sidoarjo pertama. Atas karya karya tarinya sehingga mengundang para akademisi untuk mempelajari dan meneliti tari remo.  “Tari Remo Munali Patah telah dipelajari  oleh mahasiswa juga dosen di kampus STKW dan juga Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta),”kata Ribut.

Adapun  pemberian penghargaan Munali Patah Award 2025 merupakan kali ke-5 sejak awarding ini digelar pada tahun 2017. “Awalnya penghargaan 2017 diberi nama Malam Penghargaan Seniman Sidoarjo. Berikutnya tahun 2019 hingga sekarang, sepakat diubah menjadi Munali Patah Award,” ungkap Ribut.

Selanjutnya, penghargaan Munali Patah Award akan diberikan secara rutin setiap tahun. Bahkan untuk tempat penyelenggaraan festival juga direncanakan di Banjar Kemantren, sebagai tempat lahir dan wafatnya Munali Patah. “Sudah dua kali Festival Munali Patah dilaksanakan di Banjar Kemantren, tahun-tahun berikutnya juga akan tetap di sini sesuai kesanggupan camat dan kepala desa yang siap support pelaksanaan acara itu,” kata Ribut.

Panitia Munali Patah Award dan crew Ludruk Sekar Kawedar foto bersama usai acara di Balai Desa Banjar Kemantren, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (22/9/2025) malam. (foto: anton/superradio.id)

Selain pemberian penghargaan, acara  Festival Munali Patah Award dimeriahkan dengan berbagai seni tari yang ditampilkan oleh  para pelajar sekolah SD, madrasah, SMP, grup tari, maupun sanggar tari di lingkungan Desa  Banjar Kemantren.

“Saya juga salut dengan semangat Komunitas Kabut Malam yang bertekat menjadikan Desa Banjar Kemantren sebagai desa budaya Kabupaten Sidoarjo semata-mata mengambil spirit dari Sang Legenda Maestro Tari Remo Munali Patah,” pungkas Ribut.

Acara puncak penanugerahan Munali Patah Award disambut antusias warga. Acara ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Hadir juga di acara itu Kepala  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr Tirto Adi MPd.  (ton/red)

 

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.