Semarak Bulan Kemerdekaan di Kampung Bendera

Yovie Wicaksono - 2 August 2019
Semarak Bulan Kemerdekaan di Kampung Bendera, Kamis (1/8/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Memasuki bulan kemerdekaan, Jalan Darmokali hingga Jalan Wonokromo Surabaya semarak dengan berbagai aksesoris merah putih yang dijajakan oleh puluhan pedagang bendera musiman. Tak heran jika lokasi tersebut mendapatkan julukan Kampung Bendera.

Salah satu pedagang bendera musiman di Kampung Bendera, Moch Rofi’i (42) mengatakan, usaha bendera miliknya ini merupakan usaha turunan dari sang ayah yang telah berjualan bendera di Raya Darmo sejak 1975.

“Ini usaha turunan dari Abah saya, yang awal kali jualan dan produksi bendera sendiri di Raya Darmo mulai tahun 1975. Lalu saya pindah jualan di Darmokali sama kakak saya dan lama-lama banyak warga sini yang ikut jualan bendera sampai dikenal jadi Kampung Bendera,” ujar pria asli Surabaya ini kepada Super Radio, Kamis (1/8/2019).

Pria yang kerap disapa Robi ini mulai berjualan pada Mei hingga 17 Agustus, sejak 08.00 – 21.00 WIB. Dalam sehari, pendapatan kotor yang diterima Robi bisa mencapai 50 juta, karena dirinya bukan hanya menjual eceran, namun juga agen.

“Puncak penjualan biasanya tanggal 5 Agustus keatas, tapi Alhamdulillah tahun ini sejak tanggal 25 Juli sampai sekarang sudah ramai. Sehari bisa jual 5 karung, per karung isinya ada yang 80 – 100 bendera. Yang beli kebanyakan dari Sidoarjo, Gersik, dan Madura. Ada yang dijual lagi, ada yang dipakai sendiri, seperti instansi,” ujar pria yang kesehariannya berjualan perlengkapan berkendara ini.

Harga bendera yang dijual Robi mulai dari Rp5000 (20x40cm) hingga Rp250.000 (180x270cm), namun bendera ukuran normal (80x120cm) yang dibanderol Rp20.000 menjadi bendera yang paling laris. Selain memproduksi bendera sendiri, Robi juga mendatangkan berbagai model bendera dari Bandung.

Selain bendera berbagai ukuran, dirinya juga menjual aksesoris merah putih lainnya seperti balon, lampion, bambu, dan umbul-umbul.

Salah satu pembeli, Anang Mahmudi (47) mengaku lebih memilih beli bendera di Kampung Bendera karena harganya yang lebih murah daripada di tempat lain.

“Beli disini karena harganya lebih murah dibanding tempat lain. Saya juga tinggal di Wonokromo, jadi kalau cari aksesoris perayaan 17an ya belinya disini,” ujarnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.