“Satu Wani”, Program SDN Kendangsari IV Lestarikan Bahasa Ibu 

Rudy Hartono - 18 July 2025
Kepala sekolah SDN Kendangsari IV Shofy Alfu Khasanah MPd bersama para murid melepaskan balon di penutupan MPLS, Jumat (18/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Gebyar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Kendangsari IV berakhir meriah pada Jumat (18/7/2025).

Menariknya tak sekadar pentas seni biasa, kegiatan juga diwarnai dengan peluncuran program Satu Wani (Satu Wacana Sehari).

Penampilan tari oleh murid-murid saat penutupan MPLS SDN Kendangsari IV Surabaya, Jumat (18/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Dalam program tersebut, seluruh peserta didik akan dibiasakan belajar 1 kosa kata baru dengan tiga bahasa yakni bahasa indonesia, bahasa jawa, dan bahasa inggris.

Bukan tanpa alasan. Kepala Sekolah SDN Kendangsari IV Shofy Alfu Khasanah MPd menyebut, program itu dilakukan agar anak-anak tak melupakan bahasa ibu. Yakni bahasa pertama yang dipelajari seseorang sejak kecil dan menjadi dasar komunikasi serta pemahaman terhadap lingkungannya.

Seperti diketahui, saat ini perkembangan bahasa ibu di Indonesia mulai mengkhawatirkan. Total sudah 11 bahasa yang punah dari 718 bahasa ibu yang ada.

Ia pun mengaku terinspirasi dari progam Dinas Pendidikan yakni Kamis Mlipis. Jika Kamis Mlipis hanya berlangsung satu hari, maka pihaknya memberlakukan setiap hari.

“Ini akan diberlakukan untuk seluruh peserta didik tapi untuk kata-katanya atau kosa katanya kelas satu sampai tiga jenjang rendah,” ujarnya saat ditemui usai MPLS.

Pemilihan bahasa yang digunakan pun tak sembarangan. Shofy menyebut, bahasa indonesia dan jawa dipilih sebagai representasi bahasa lokal. Sedangkan bahasa inggris dipilih untuk menjadi bekal murid di industri global.

“Ini akan diberlakukan untuk seluruh peserta didik tapi untuk kata-katanya atau kosa katanya kelas satu sampai tiga jenjang rendah, nanti kelas 3 keatas mulai jenjang tinggi,” tuturnya.

Kepala SDN Kendangsari IV Shofy Alfu Khasanah MPd (2 dari kiri) foto bersama camat, lurah, bunda PAUD, Pemred Super Radio, saat launching launching program Satu Wani, Jumat (18/7/2025) (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Tiap Kamis, lanjutnya, para guru juga mengenakan pakaian adat dan memutarkan geguritan (puisi) bahasa jawa saat mengajar.

“Goal nya agar anak anak bisa menambah kosa kata baru terutama dalam bahasa jawa. Tiap hari kamis anak anak bahasa jawa dan guru nya pakai baju adat jawa, lalu mendengarkan geguritan jawa,” pungkasnya.

Sekadar informasi, penutupan MPLS SDN Kendangsari IV turut dihadiri camat, lurah, dan bunda Paud setempat. Kegiatam diawali sambutan, penampilan tari, pencak silat dan ditutup pelepasan valon bersama para murid di tengah lapangan. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.