Sambangi Outlet Dekranasda, Khofifah Temukan Produk Apik Berskala Ekspor

Yovie Wicaksono - 19 June 2022

SR, Jember – Selain memberangkatkan peserta Super Road Bike 2022 pada Sabtu (18/6/2022), Gubernur Jawa Timur Khofifah  Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jember juga turut gowes bersama mengelilingi Kabupaten Jember.

Para rombongan ini  meninjau Outlet Dekranasda di Jalan Gajah Mada. Di sana, Khofifah melihat berbagai kerajinan yang dipamerkan, seperti tas kulit, batik, ecoprint, dan lukisan. Salah satu produk yang menarik perhatian Khofifah adalah kerajinan bercorak Australia yang merupakan hasil karya salah satu desa di Kabupaten Jember.

Benar saja, rupanya kerajinan kayu berupa bumerang dan piring kayu tersebut merupakan produk ekspor. Khofifah mencermati produk tersebut dan mengaku kagum. Bahkan menurutnya produk tersebut bisa kian dikembangkan dengan menjadikan desa produsennya sebagai Desa Devisa.

“Saya surprised karena ada produk yang sudah ada brand-nya. Jadi ada Kanguru dan di situ ada tulisan Australia. Artinya bahwa produk ini memang sudah diekspor ke Australia. Saya berharap bahwa desa penghasil produk ini bisa disiapkan menjadi Desa Devisa,” lanjut Khofifah.

Pasalnya, kuota Desa Devisa Jatim dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ada sebanyak 15 desa. Saat ini, Pemprov Jatim sedang mengupayakan agar kuota tersebut ditambah.

Untuk itu, kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur, Khofifah meminta agar direncanakan untuk agenda peninjauan ke desa penghasil produk bumerang tersebut sehingga bisa diajukan menjadi Desa Devisa.

“Saya minta pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk melakukan assessment. Biasanya dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan menengok desa itu beserta kerajinannya,” ujar Khofifah.

Pada Oktober 2021, baru 3 desa yang disetujui LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai desa devisa. Ketiga Desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Khofifah pun menjelaskan, kriteria LPEI untuk Desa Devisa yakni, desa itu memiliki produk hasil ciptaan sendiri. Punya keunikan dan punya pasar ekspor. Selain itu, dilakukan oleh banyak orang di satu desa dan disertai kelembagaan kelompok yang mendukung. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.