Ribuan Masjid Dibangun, Penyandang Disabilitas Terpaksa Ibadah di Rumah
Simulasi Kenyamanan Fasilitas Libatkan Difabel

Meski belum pernah menemui masjid ideal bagi disabilitas, namun tim RBS cukup terhibur ketika bertandang ke Masjid Syeikh Zayed, di Surakarta. Mereka menilai masjid yang merupakan replika dari Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi itu tergolong ramah disabilitas.
Setelah antre memasuki gerbang masjid dan telah jalani pemeriksaan tas bawaan, Tim RBS mulai berjalan memasuki pelataran. Awalnya mereka sempat kecewa karena dari pos penjagaan ke arah teras masjid tidak ada ubin komando (penanda atau petunjuk) yang mengarahkan difabel netra, sehingga tim RBS berjalan tanpa arah.
Namun tak lama berselang, ada tiga petugas masjid yang menyapa Tim RBS dengan ramah dan sopan. Salah satu petugas bertanya, apakah kami perlu bantuan? Sejurus kemudian petugas menjelaskan perihal layanan masjid bagi disabilitas. Bahwa setiap disabilitas akan mendapat satu orang pendamping selama di areal masjid.
Sebelum diantar ke dalam masjid, petugas memberi alternatif berwudu di dalam atau di luar ruangan. Petugas juga menginformasikan letak meletakkan alas kaki juga letak toilet yang berada di lantai bawah masjid.

Setiap anggota Tim RBS lantas digandeng asisten pendamping menuju toilet dan tempat wudu di lantai bawah. Untuk jamaah difabel dan lansia ternyata diberi akses khusus dengan lift, turun-naik ke lantai bawah dan atas.
Fasilitas toilet dan tempat wudu sudah standar disabilitas. Toilet bisa dimasuki kursi roda, tinggi closet sudah sesuai, ada pegangan di kiri kanan closet, juga kran air yang mudah dijangkau. Begitu pun tempat wudu juga khusus disabilitas, yakni ada pegangan di kiri kanan kran juga dilengkapi tempat duduk di depan kran air.
Setelah wudu diantar ke ruang utama masjid. Sesungguhnya pintu kaca ruang utama masjid dibuka 30 menit sebelum azan shalat jamaah dan pintu ditutup 1 jam (60 menit) setelah shalat jamaah. Namun, khusus jamaah disabilitas mendapat prioritas memasuki ruang utama masjid terlebih dahulu di luar jadwal yang sudah ditetapkan. Petugas tetap mendampingi jamaah disabilitas hingga tuntas shalat dan wiridan.

Dari dialog Tim RBS dengan salah satu pengurus Masjid Syeikh Zayed dijelaskan bahwa sejak awal masjid ini dirancang untuk melayani semua lapisan masyarakat tak terkecuali penyandang disabilitas. Bahkan sebelum masjid diresmikan oleh Presiden Jokowi dan Presiden Uni Emirat Arab pada November 2022, dua kali pengurus masjid mengundang saudara difabel untuk simulasi sekaligus evaluasi kenyamanan fasilitas yang ada di masjid mulai tempat wudu, toilet, lantai bidang miring, kursi roda, dan sebagainya.
Dari dialog itu, terungkap bahwa saat Tim RBS menjalani pemeriksaan di gerbang masjid, petugas pos sudah menghubungi petugas dalam bhwa ada tamu jamaah difabel dan petugas dalam segera menyambut dan menawarkan pendampingan.
“Kami juga salut cara petugas menyapa dan menawarkan bantuan dengan elegan tidak ada kesan bernada kasihan. Karena ada difabel yang ingin mandiri, bergerak tanpa bantuan yang tidak mau dipandang lemah,” kata Sugik.
Membandingkan Masjid Syeikh Zayid dengan MAS, Sugik menilai faktor pintu gerbang sangat krusial. Di Solo pintu gerbang masjid hanya satu pintu masuk bagi para pengunjung sehingga semua jamaah diawasi dengan seksama. Berbeda dengan MAS yang pintu gerbang banyak maka jamaah sulit dipantau. “Memang kekurangan satu pintu gerbang, ketika banyak pengunjung maka harus mau antre melewati pos penjagaan,” urainya.
Sugik berharap MAS yang punya banyak petugas juga relawan diberi pemahaman menangani jamaah disabilitas. Selanjutnya Petugas dan relawan bisa disebar di semua akses pintu gerbang MAS sehingga bisa tahu jika ada jamaah disabilitas hendak shalat. “Kalau sarana dan prasarana untuk disabilitas belum ada, maka setidaknya menyiapkan personal assistance yang mendampingi jamaah disabilitas. Ada kalanya jam-jam tertentu misal saat dhuha,setelah isya, atau setelah shalat jamaah usai, masjid sepi maka kami disabilitas sudah pasti tersesat jalan,” usul Sugik.
Tampilkan SemuaTags: disabilitas, gereja, masjid, Rumah Ibadah, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





