Puan Minta Badan Anggaran dan Komisi XI Awasi  Penambahan Hutang

Yovie Wicaksono - 2 December 2019
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Badan Anggaran dan Komisi XI mencermati penambahan hutang luar negeri akibat melebarnya defisit APBN 2019.

Menurut Puan,  melebarnya defisit APBN diperlukan untuk menggerakan perekonomian, namun  harus tetap dalam batas aman.

“Melebarnya defisit APBN karena pemerintah butuh tambahan ruang fiskal. Tapi konsekuensinya akan ada penambahan hutang luar negeri,” ujar Puan dalam catatan akhir tahunnya tentang kondisi ekonomi.

Pemerintah memperkirakan defisit APBN akan melebar pada kisaran 2,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir 2019, atau naik dari target APBN 2019 yang ditetapkan sebesar 1,93 persen.

Membesarnya defisit APBN 2019 terjadi karena pemerintah membutuhkan ruang fiskal yang cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah melambatnya perekonomian dunia.

Pertumbuhan perekonomian global belakangan terus diprediksi  menurun hingga 3,0 persen, dibanding tahun-tahun sebelumnya dari kisaran 3,8 persen. Volume perdagangan global tahun ini diprediksi pertumbuhannya hanya 1,1 persen.

Melemahnya pertumbuhan ekonomi global antara lain akibat  dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Puan menambahkan, dengan kondisi eksternal seperti itu, pemerintah harus menggenjot konsumsi dalam negeri.

“Pelebaran defisit perlu dilakukan karena pemerintah juga harus memberikan stimulus kepada masyarakat, terutama di daerah untuk bisa menjaga daya beli,” ungkap Puan.

Selain itu, Puan meminta Badan Anggaran dan Komisi XI  harus segera merespon agar kebijakan itu tepat sasaran dengan cara segera melakukan pembahasan serius dengan pemerintah agar dapat mengantisipasi dampak dari penurunan ekonomi global. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.