Psikolog : Anak Cenderung Tiru Orang Tua

Yovie Wicaksono - 17 July 2020
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Tanpa disadari kebiasaan buruk orang tua dapat menurun kepada anaknya. Psikolog Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Herlan Pratikto mengatakan, ada dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yakni faktor genetika atau bawaan dan faktor lingkungan atau pola asuh.

Kedua faktor tersebut bersifat interaksional, artinya saling berkaitan dan mempengaruhi, sehingga belum bisa dipastikan faktor mana yang lebih dominan antar satu dengan yang lain.

“Kita belum ada data yang lengkap antara mana yang lebih dominan karena variasi atau faktor penyebab ini juga demikian banyaknya. Sehingga kalau bisa menggunakan model interaksional ya kedua faktor itu, faktor genetik dan faktor lingkungan itu saling terkait mempengaruhi,” kata Herlan, Jumat (17/7/2020).

Dalam beberapa hal, khususnya yang bersifat ekstrem, faktor genetik atau bawaan cenderung lebih kuat. Contohnya, orang tua yang mengalami gangguan seperti panic disorder dan phobia, dikemudian hari anaknya juga mengalami hal yang sama.

Sementara terkait dengan faktor lingkungan, hal yang paling dekat adalah pola asuh orang tua. Seperti teori belajar Albert Bandura bahwa kebiasaan orang tua bisa menjadi model bagi anak dengan cara meniru. Oleh sebab itu, pada periode emas perkembangan anak (usia 0-5 tahun) sangatlah penting untuk di perhatikan.

“Kebiasaan orang tua bisa menjadi model bagi anak untuk berperilaku yang sama walaupun tidak semua, karena disitu ada faktor kognisi. Yang menjadi dasar anak pertama kali untuk melihat bagaimana cara orang tua itu memperlakukan dirinya. Berkomunikasi, melakukan asuhan pada dirinya. Anak itu hanya dengan melihat, lalu meniru. Misal orang tua buang sampah sembarangan maka perilaku sang anak tidak akan jauh dari perilaku orang tuanya,” terangnya.

Orang tua juga harus menghargai pilihan anak. “Anak itu bukan seperti mesin yang sifatnya itu mekanik. Karena orang tua seperti ini lalu saya meniru, tidak seperti itu juga. Karena ini juga terkait dengan perkembangan ego, kesadaran dari anak. Sehingga ada perubahan didalam kognisinya,” imbuhnya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah memilih lingkungan yang baik diluar lingkungan keluarga. Lingkungan baik diharapkan bisa menyumbang pemikiran baru mengubah perilaku yang sudah terbentuk sebelumnya pada anak. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.