Prosentase Stunting Balita Indonesia Alami Penurunan

Yovie Wicaksono - 21 October 2019
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan telah terjadi penurunan prevalensi stunting dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 27,67% di tahun 2019. Penurunan ini menandakan bahwa lima pilar penanggulangan stunting sudah mulai jalan.

“Jadi menurun sekitar 30 persen. Tentu ini menggembirakan,” kata Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, Senin (21/10/2019).

Nila mengatakan, lima pilar penanggulangan stunting sudah mulai jalan yaitu komitmen pimpinan mulai dari pusat sampai daerah, kampanye nasional dan strategi perubahan perilaku, konvergensi (lintas sektor, pusat dan daerah), ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi.

“Khususnya konvergensi multisektoral dan pusat dengan daerah, dan ini ke depan harus terus dipertahankan dan lebih digencarkan agar target penurunan stunting tahun 2024 menjadi 19% tercapai,” katanya.

Nila menegaskan pembangunan sumber daya manusia adalah sangat vital untuk membawa bangsa Indonesia unggul dan berdaya saing di tataran global.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan inti dari pembangunan SDM yang produktif, mandiri dan unggul.

Indonesia sendiri sudah masuk dalam Low Middle Income Country (LMIC) menuju Upper Middle Income Country (UMIC). Untuk menuju ke UMIC, Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM agar produktif sebagai investasi manusia (human capital).

Dari dinamika demograsi, tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan “bonus demografi”, yang ditandai dengan besarnya proporsi usia produktif.

“Kalau kelompok usia produktif ini tidak disiapkan dengan baik maka Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menjadi negara dengan pendapatan tinggi,” kata Nila.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kesehatan, Siswanto menegaskan status gizi, khususnya pengendalian masalah pendek/kerdil/tengkes, menjadi sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM, karena kesehatan (status gizi) adalah fondasi dalam membangun SDM berkualitas.

“Untuk itu, pemerintah telah menetapkan program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional yang dikeroyok oleh 23 kementerian dan lembaga,” kata Siswanto.

Fungsi pemantauan dan evaluasi, menurutnya, ditugaskan Presiden kepada Kemenkes dan BPS.

“Oleh karena itu, Kemenkes bersama BPS setiap tahun akan melakukan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) untuk melihat progress program penurunan stunting,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.