Potret Krisis Iklim dan Harapan

Yovie Wicaksono - 6 November 2022

SR, Surabaya – Gambaran krisis iklim terbingkai rapi di tiap sudut area pameran yang diselenggarakan Greenpeace Indonesia di Vin Autism Gallery, Citraland, Sabtu (5/11/2022).

Sekira 50 karya tersebut berjejeran dengan postcard tulisan masyarakat  yang menyuarakan keluhan mereka dan harapan untuk menjaga bumi.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hadi Priyanto menjelaskan, puluhan foto tersebut adalah hasil dokumentasi selama pihaknya mengobservasi wilayah yang terdampak. 

Ia mengaku miris saat mendatangi dan melihat kondisi warga sekitar. Banyak dari mereka yang mengalami gangguan paru-paru, sakit jantung, stroke, hingga harus cangkok mata karena debu batu bara dan pembakaran energi fosil.

“Jadi sebelum kita melakukan perjalanan ini, selama beberapa tahun kebelakang kita coba mendokumentasikan melalui karya film Tenggelam dalam Diam dan foto,” ucapnya.

Karena itu, lewat kegiatan ini, pihaknya mengkampanyekan bahaya krisis iklim dan solusinya. Salah satunya, dengan melibatkan para pesepeda untuk terjun langsung ke daerah-daerah terdampak.

“Ada sekira 8 pesepeda yang ikut tour ini di Surabaya, nanti ada juga tambahan dari Surabaya ke daerah berikutnya, jadi bergantian nanti dari Jakarta sampai Bali,” kata Hadi.

Gelaran tersebut dibalut dalam rangkaian tur sepeda Chasing the Shadow dengan tema “Surabaya Kota Panas yang Beracun” yang berlangsung 2 hari pada 5-6 November 2022. Adapun kegiatannya yakni,  pameran, talkshow, workshop, pertunjukan musik, hingga pemutaran film Lakardowo Mencari Keadilan. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.