Polda Jatim Sosialisasikan e-Tilang CCTV

Yovie Wicaksono - 7 January 2020
Ilustrasi. Foto : (Liputan6.com)

SR, Surabaya – Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mulai melakukan sosialisasi e-Tilang selama tujuh hari ke depan menggunakan  data digital dari CCTV yang dimiliki Pemkot Surabaya. Sementara penindakan baru dilakukan mulai 14 Januari 2020 mendatang.

Tilang dengan Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) itu dimulai dari wilayah Surabaya. E-TLE ini merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas yang berbasis teknologi informasi, yang menggunakan perangkat elektronik berupa kamera.

Nantinya, kamera akan mendeteksi jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis atau Automatic Number Plate Recognition. Rekaman E-TLE pun digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan saat uji coba seminggu, pihaknya mentarget 100 pengendara yang ditilang setiap harinya. 

“Besok kita lakukan uji coba selama 7 hari dengan target minimal 100 pelanggar selama sehari secara random,” kata Budi, Selasa (7/1/2020).

Budi mengatakan, E-TLE ini sementara akan diterapkan di Surabaya saja. Namun tak menutup kemungkinan akan merambah kota dan kabupaten lain di wilayah Jatim.

“Baru Surabaya aja, nanti Bapak Kapolda akan mengimbau juga pemerintah kabupaten kota di seluruh Jawa Timur untuk bisa menindaklanjuti ini memasang beberapa titik di daerahnya masing-masing,” lanjutnya.

Sedangkan untuk sosialisasinya, Budi menyebut dalam beberapa bulan terakhir pihaknya sudah secara intens melakukan sosialisasi. Dia ingin masyarakat semakin patuh akan tata tertib yang ada.

“Ini bentuk sosialisasi bahwa kita akan menerapkan e-Tilang dan kita sudah lakukan sebulan, dua bulan yang lalu, masyarakat sudah mulai paham. Dan dulu setahun yang 2 tahun yang lalu, masyarakat pernah merasakan e-Tilang tapi sekarang kita lebih sempurnakan lagi,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap tertib di jalanan jika tak ingin mendapatkan tilang E-TLE dari polisi. 

“Karena nanti kita harapkan tanggal 14 masyarakat sudah tertib, peraturan sudah ada aturan diikuti saja. Nanti penegakan hukum kita sudah sistem E-LTE dengan CCTV untuk itu kami imbau masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas dan peraturan yang ada,” jelasnya.

Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Adithya Panji Anom menambahkan, proses tilang diawali dengan data yang terekam CCTV Dishub Kota Surabaya yang telah terkoneksi dengan RTMC Polda Jatim. Lalu petugas akan memverifikasi jenis pelanggaran dan membuat surat konfirmasi ke alamat sesuai nomor polisi kendaraan.

Pelanggar yang merasa melakukan pelanggaran lalu lintas selanjutnya dapat membayar denda tilang melalui BRI. Namun jika kendaraan telah dijual atau milik orang lain, maka dilakukan konfirmasi ke posko pengaduan.

Jika denda tilang tidak dibayar, maka secara otomatis surat kendaraan akan terblokir. 

“Saat bayar pajak kendaraan maka harus melunasi dulu denda tilang dan membuka blokirannya,” ungkapnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.